BEI Awasi Transaksi Saham PLIN
Hal ini karena telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas transaksi yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya (unusual market activity/UMA). Demikian menurut Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi Saham di BEI, Jumat (8/3/2013)..
Saham BKSL, Top Foreign Sell Jumat (8/3/2013)
Saham PT Sentul City Tbk (BKSL) menjadi top foreign sell mencapai 88,5 juta saham dari volume perdagangan 348,7 juta saham senilai Rp113,8 miliar..
Bursa AS Masih Bisa Cetak Rekor Lagi
Bursa saham AS berpotensi positif pada perdagangan Jumat (8/3/2013). Investor menunggu data pekerjaan AS yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan ekonomi di bulan Februari..
Minggu, 22 Desember 2013
IHSG Melamah, 14 Saham Jadi Pilihan
IHSG sepekan ke depan diprediksi bergerak pada support 4.100-4.150 dan resisten 4.265-4.278. Meski pelemahan lanjutan patut diwaspadai, 14 saham bisa dimainkan.
Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, sepekan ke depan IHSG membentuk pola menyerupai lower spinning mendekati lower bollinger bands. MACD bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak turun meski mulai terbatas.
"Laju IHSG sempat di bawah target support (4144-4169) meskipun dapat kembali menguat namun, belum sampai mendekati kisaran resisten (4265-4335) sehingga masih memberikan gambaran aksi jual masih ada walaupun IHSG masih menyimpan peluang kenaikan,"
Menurut Reza, IHSG akan kembali variatif seiring mulai datangnya libur Natal di pekan depan. Sehingga, para pelaku pasar diharapkan mewaspadai aksi pelemahan lanjutan. "Meski kita masih berharap IHSG dapat terimbas positifnya laju bursa saham AS dan Eropa," ucap dia.
Untuk pekan depan, kata Reza, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen di antaranya, Consumer confidence KorSel; BoJ Monetary Policy Minutes, construction orders, inflation rate, CPI, unemployment rate, retail sales, industrial production, & housing starts Jepang; Import prices Jerman.
Nationwide housing price Inggris; GDP growth rate & PPI Perancis; Consumer confidence Italia; Current account Spanyol; Personal income, personal spending, michigan consumer sentiment, durable goods order, initial jobless claims, redbook, & house price index AS; dan lainnya.
Sedangkan 14 saham yang dapat dijadikan pilihan seperti: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
Pan Brother Incar Penjualan Naik 20% di 2014
Membaiknya perekonomian Amerika Serikat dan Eropa, berdampak positif kepada penjualan PT Pan Brother Tbk (PBRX).
Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers, Anne Patricia Sutanto mengatakan, membaiknya perekonomian beberapa negara membuat peningkatan penjualan produk perseroan. Di perkirakan pada 2014 mengalami kenaikan penjualan 20% sampai 25%.
"Dari jumlah penjualan tersebut, AS masih 33 persen, Eropa sebesar 28 persen sampai 37 persen dan sisanya Asia Tenggara," kata Anne seusai paparan publik di Jakarta, akhir pekan ini.
Menurut Anne, penjualan perseroan sebagian besar di ekspor ke negara-negara maju dan sisanya ke negara berkembang atau domestik. Sehingga, membaiknya AS dan Eropa sangat berpengruh ke penjualan.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk penjualan domestik perseroan akan menambah tiga merek yang akan didatangkan dari luar negeri. "Tahun ini kami akan datangkan sekitar tiga merek sehingga akan memeperluas penjaualan kami yang juga dihuni penjualan dalam negeri, namun kontribusinya masih kecil sekitar dibawah 10 persen,
Kamis, 19 Desember 2013
SMGR dan KRAS Bangun Pabrik Slag Powder Rp440 M
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) bersama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bentuk perusahaan patungan dengan nilai investasi sebesar Rp440 miliar dan modal kerja senilai Rp24 miliar.
Dirut PT Semen Indonesia Tbk, Dwi Soetjipto mengatakan, perusahaan patungan ini bernama PT Krakatau Semen Indonesia (KSI) yang bergerak di bidang produksi Slag Powder yang akan mengolah Granualated Blast Furnace Slag (GBFS) menjadi Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS).
"Investasinya sebesar Rp440 miliar dan perusahaan patungan ini berdiri di atas lahan seluas 40 ribu meter persegi dan berlokasi di Desa Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, provinsi Banten," kata Dwi eusai Penandatanganan Mou tentang pendirian perusahaan dengan nama PT Krakatau Semen Indonesia di Jakarta,
Menurut Dwi, Slag powder yang dihasilkan oleh perusahaan patungan ini akan digunakan oleh perseroan untuk memproduksi semen portland komposit (Portland Composite Cement). "Bahan baku KSI berasal dari produk granulasi slag blast futnace Krakatau Steel dan Krakatau Posco, kemudian diolah menjadi Ground Granulated Blast Furnance Slag (GGBFS) sebagai bahan baku semen atau peruntukan lainnya,
Sementara itu, Dirut Krakatau Steel, Irvan K Hakim mengatakan, kerja sama ini dapat meningkatkan pendapatan perseroan dan memberikan kontribusi bagi pengurangan emisi karbondioksida CO2 serta mengamankan pasokan bahan baku untuk keperluan industrisemen.
"Pabrik Slag Powder ini dirancang mampu mengolah Granualated Blast Furnace Slag (GBFS) sebesar 750.000 ton per tahun, pembangunan pabrik direncanakan di mulai awal 2014 dan ditargetkan dapat beroperasi awal tahun 2016,
Menurut Irvan, dalam kurun waktu masa konstruksi pabrik slag powder tersebut, perusahaan patungan (JV Co slag powder) akan melakukan trading atau penjualan ke pihak ke tiga.
Total investasi atas proyek patungan ini mencapai Rp440 miliar dan modal kerja sebesar Rp24 miliar. Adapun pendanaan EPC termasuk IDC menggunakan dana pinjaman dan ekuitas dengan komposisi sebesar 70% berbanding 30%. Porsi dana pinjaman tersebut sebesar Rp308 miliar dan dana ekuitas sebesar Rp132 miliar.
HD Finance Bidik Laba Bersih Tumbuh 60% di 2014
PT HD Finance Tbk (HDFA) pada 2014 membidik laba bersih sebesar Rp26 miliar atau naik 60% dari estimasi sepanjang tahun ini sebesar Rp16,21 miliar.
Direktur Utama PT HD Finance Tbk, Evy Indahwaty mengatakan pertumbuhan laba bersih tahun depan sebesar 60%. Angka ini jauh dari kenaikan laba bersih di tahun ini yang hanya 8% menjadi Rp16,21 miliar dari tahun sebelumnya Rp15,02 miliar.
"Tahun ini pertumbuhannya kecil karena adanya kenaikan BI Rate beberapa kali, sehingga mempengaruhi pembiyaan terhadap sepeda motor. Kalau tahun depan, kemungkinan tidak ada kenaikan BI rate jadi kita optimis bisa tumbuh 60 persen labanya," ujar Evy usai paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (20/12/2013).
Menurut Evy, pertumbuhan laba bersih tahun depan akan didukung dengan produk pembiayaan baru, dengan masuk ke sektor kendaraan roda empat bekas. Perseroan mengharapkan, pembiayaan mobil bekas dapat menyumbang ke pendapatan perseroan sebesar 5%.
"Tahun depan pembiyaan sepeda motor baru masih mendominasi, sekitar 80 persen dan motor bekas 15 persen. Sedangkan untuk target pembiyaan kita harapkan naik 35 persen dari tahun ini," ujar Evy.
Sepanjang tahun ini, perseroan memproyeksikan pembiyaan baru sebesar Rp1,27 triliun atau tumbuh 21% dari tahun sebelumnya Rp1,05 triliun
Anakl Usaha Krakatau akan IPO Tahun 2014
PT Krakatau Steel Group akan membawa satu anak usahanya untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial PublicOffring/IPO) pada tahun depan.
"Saat ini group sedang melakukan feasibilitystudi kepada anak usaha," kata Direktur Utama Krakatau Steel, Irvan K Hakim seusai Penandatanganan Mou antara Semen Indonesia dgn Krakatau Steel tentang pendirian perusahaan dengan nama PT Krakatau Semen Indonesia di Jakarta, Jumat (20/12/2013).
Menurut Irvan, group menyeleksi lima dari 13 anak usaha konsolidasi dalam PT Krakatau Steel Group. Namun, saat ini Irvan belum bisa menyebutkan nama anak usaha yang akan IPO
"Akan ada lima anak usaha yang kami jajaki, namun kami belum bisa sebutkan apa namanya karena masih mengajak pihak-pihak lain untuk melakukan evaluasi harga. Maret akan kita sampaikan namanya, satu anak usaha saja yang IPO,
"Saat ini group sedang melakukan feasibilitystudi kepada anak usaha," kata Direktur Utama Krakatau Steel, Irvan K Hakim seusai Penandatanganan Mou antara Semen Indonesia dgn Krakatau Steel tentang pendirian perusahaan dengan nama PT Krakatau Semen Indonesia di Jakarta, Jumat (20/12/2013).
Menurut Irvan, group menyeleksi lima dari 13 anak usaha konsolidasi dalam PT Krakatau Steel Group. Namun, saat ini Irvan belum bisa menyebutkan nama anak usaha yang akan IPO
"Akan ada lima anak usaha yang kami jajaki, namun kami belum bisa sebutkan apa namanya karena masih mengajak pihak-pihak lain untuk melakukan evaluasi harga. Maret akan kita sampaikan namanya, satu anak usaha saja yang IPO,
Rabu, 18 Desember 2013
Bursa Asia Bergerak Mixed Jelang Kado Bernanke
Bursa saham Asia pada perdagangan Rabu (18/12/2013) bergerak mixed menjelang keputusan pertemuan FOMC The Fed.
Indeks Nikkei naik 2,02%, indeks Hang Seng naik 0,3%, indeks ASX turun 0,1%, indeks Shanghai melemah 0,1%, indeks Kospi menguat 0,4%. Demikian mengutip cnbc.com.
Indeks Nikkei menguat setelah PM Jepang Shinzo Abe akan mengungkapkan rincian kunci reformasi ekonomi. Namun yen justru melanjutkan penurunan dengan rencana tersebut.
Yen masih berpotensi melemah dengan rencana Abe mengungukapkan penyempurnaanstrategi untuk menaikkan pertumbuhan pada pidato hari Kamis besok. Indeks Nikkei bergerak lebih tinggi melewati penguatan pada pekan lalu.
Mayoritas investor menunggu pernyataan resmi dari Fed tentang kebijakan moneter saat mengakhiri pertemuan dua hari pada nanti malam waktu Indonesia. Beberapa rentetan data ekonomi yang positif termasuk inflasi yang rendah telah mendukung spekulasi Fed akan mengurangi program pembelian obligasi senilai US$85 miliar per bulan.
Untuk indeks Shanghai melemah dengan kekhawatiran terhadap kebijakan ketat soal likuiditas. Naiknya suku bunga pasar uang ke level 6 persen lebih menjadi tertinggi sejak Juni 2013 lalu.
Sementara indeks Kospi di Seoul menguat dengan aksi pembelian investor asing dengan kuat. Investor asing membeli US$13 juta saham pada pertengahan sesi. Saham Samsung dan saham Hyndai Motor naik 1 persen.
Indeks Nikkei naik 2,02%, indeks Hang Seng naik 0,3%, indeks ASX turun 0,1%, indeks Shanghai melemah 0,1%, indeks Kospi menguat 0,4%. Demikian mengutip cnbc.com.
Indeks Nikkei menguat setelah PM Jepang Shinzo Abe akan mengungkapkan rincian kunci reformasi ekonomi. Namun yen justru melanjutkan penurunan dengan rencana tersebut.
Yen masih berpotensi melemah dengan rencana Abe mengungukapkan penyempurnaanstrategi untuk menaikkan pertumbuhan pada pidato hari Kamis besok. Indeks Nikkei bergerak lebih tinggi melewati penguatan pada pekan lalu.
Mayoritas investor menunggu pernyataan resmi dari Fed tentang kebijakan moneter saat mengakhiri pertemuan dua hari pada nanti malam waktu Indonesia. Beberapa rentetan data ekonomi yang positif termasuk inflasi yang rendah telah mendukung spekulasi Fed akan mengurangi program pembelian obligasi senilai US$85 miliar per bulan.
Untuk indeks Shanghai melemah dengan kekhawatiran terhadap kebijakan ketat soal likuiditas. Naiknya suku bunga pasar uang ke level 6 persen lebih menjadi tertinggi sejak Juni 2013 lalu.
Sementara indeks Kospi di Seoul menguat dengan aksi pembelian investor asing dengan kuat. Investor asing membeli US$13 juta saham pada pertengahan sesi. Saham Samsung dan saham Hyndai Motor naik 1 persen.
Astra Agro Produksi CPO 1,3 Juta Ton
PT Astra Agro Lestasi Tbk (AALI) menyatakan produksi CPO di bulan November 2013 meningkat 4,1%, menjadi 1,39 juta ton.
Produksi tersebut mendapat dukungan dengan meningkatnya perolehan produksi sebesar 155.321 ton. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (18/12/2013).
Dengan demikian total produksi CPO perseroan sampai dengan November 2013 mencapai 1,39 juta ton. Angka naik 4,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2012 lalu.
Tren kenaikan produksi juga terjadi pada produksi kernel perseroan yang mencapai 296,886 ton. Atau naik 1,3% dari sebelumnya 293.155 ton di tahun 2012.
Produksi tersebut mendapat dukungan dengan meningkatnya perolehan produksi sebesar 155.321 ton. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (18/12/2013).
Dengan demikian total produksi CPO perseroan sampai dengan November 2013 mencapai 1,39 juta ton. Angka naik 4,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2012 lalu.
Tren kenaikan produksi juga terjadi pada produksi kernel perseroan yang mencapai 296,886 ton. Atau naik 1,3% dari sebelumnya 293.155 ton di tahun 2012.
Pasar Khawatirkan Tapering, Rupiah Tersungkur
Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (18/12/2013) ditutup melemah 65 poin (0,53%) ke posisi 12.175/12.180 dari posisi kemarin 12.110/12.120.
Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini, masih dipicu oleh seputar kekhawatiran pasar atas potensi tapering dari Bank Sentral AS, The Fed pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Kamis (19/12/2013) dini hari nanti.
Sementara itu, lanjut dia, data AS yang dirilis semalam masih cukup variatif. Tapi, secara keseluruhan data AS masih mendukung berlanjutnya pemulihan ekonomi AS. Kondisi ini mendorong petinggi The Fed untuk segera mengurangi stimulus moneternya.
Inilah, kata dia, yang membuat pasar cukup khawatir menjelang pertemuan The Fed nanti malam. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terlemahnya 12.175 dengan level terkuat 12.110 dari posisi pembukaan 12.120 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Padahal, lebih jauh Firman menjelaskan, pasar sebenarnya belum bisa memastikan apakah tapering Fed akan mulai diputuskan dini hari nanti. "Survei terakhir, hanya 35% ekonom yang memprediksi tapering akan mulai dijalankan Desember ini," ucapnya.
Dia menegaskan, pasar sebenarnya masih menunggu apakah The Fed akan menjalankan tapering atau tidak. "Kalaupun The Fed tidak mengambil kebijakan pengurangan stimulus itu dini hari nanti, kemungkinan The Fed masih akan menegaskan sinyal tapering," ungkap dia.
Sebab, kata Firman, kondisi ekonomi AS terus membaik. Jadi, fokus pasar masih pada hasil rapat FOMC.
Firman menjelaskan, fixed season ekonomi AS terjadi pada kuartal IV. Karena itu, kalau tapering diambil, seharusnya dalam masa fixed season tersebut yang pada kuartal IV-2013 ini. "Jika menunggu tahun 2014, jika tidak di kuartal I-2014, harusnya masih lama lagi untuk melakukan tapering," ucapnya.
Jadi, kata dia, berdasarkan siklusnya, tapering Fed seharusnya dilakukan di kuartal IV atau di kuartal I tahun berikutnya.
Tapering memang bisa mengurangi momentum pemulihan ekonomi AS. Karena itu, Fed perlu melihat, ekonomi AS benar-benar baik atau tidak. "Jika melihat data yang berkembang tiga pekan belakangan ini, ekonomi AS membaik meskipun terjadi government shutdown awal November 2013," timpal dia.
Data tersebut antara lain data PDB AS yang direvisi naik, tingkat pengangguran yang turun, dan walaupun inflasi AS masih di bawah target.
Mayoritas ekonom memprediksi tapering terjadi di Maret 2014 atau setidaknya, paling awal pada Januari. Masalahnya, Fed sudah menyatakan, kapan tapering sangat tergantung pada kondisi ekonomi AS.
Sekarang kondisi ekonomi AS lebih baik. Keputusan tapering didasarkan pada voting. Jika mayoritas setuju tapering Desember ini, kalaupun Gubernur The Fed Ben Bernanke diganti oleh Janet L Yellen awal tahun depan tidak masalah. "Meskipun, suksesi ini menjadi salah satu unsur mengapa ekonom prediksi tapering pada Maret 2014," tegas dia.
Selain itu, dari dalam negeri, investor masih mencemaskan masalah ekonomi Indonesia mulai dari defisit current account, inflasi, perlambatan ekonomi dan keengganan BI untuk menaikkan BI rate pekan lalu.
Alhasil, dolar AS menguat terbatas terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa).
Indeks dolar AS menguat ke 80,080 dari sebelumnya 80,06. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat tipis ke level US$1,3763 dari sebelumnya US$1,3766 per euro," imbuh Firman
Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini, masih dipicu oleh seputar kekhawatiran pasar atas potensi tapering dari Bank Sentral AS, The Fed pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Kamis (19/12/2013) dini hari nanti.
Sementara itu, lanjut dia, data AS yang dirilis semalam masih cukup variatif. Tapi, secara keseluruhan data AS masih mendukung berlanjutnya pemulihan ekonomi AS. Kondisi ini mendorong petinggi The Fed untuk segera mengurangi stimulus moneternya.
Inilah, kata dia, yang membuat pasar cukup khawatir menjelang pertemuan The Fed nanti malam. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terlemahnya 12.175 dengan level terkuat 12.110 dari posisi pembukaan 12.120 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Padahal, lebih jauh Firman menjelaskan, pasar sebenarnya belum bisa memastikan apakah tapering Fed akan mulai diputuskan dini hari nanti. "Survei terakhir, hanya 35% ekonom yang memprediksi tapering akan mulai dijalankan Desember ini," ucapnya.
Dia menegaskan, pasar sebenarnya masih menunggu apakah The Fed akan menjalankan tapering atau tidak. "Kalaupun The Fed tidak mengambil kebijakan pengurangan stimulus itu dini hari nanti, kemungkinan The Fed masih akan menegaskan sinyal tapering," ungkap dia.
Sebab, kata Firman, kondisi ekonomi AS terus membaik. Jadi, fokus pasar masih pada hasil rapat FOMC.
Firman menjelaskan, fixed season ekonomi AS terjadi pada kuartal IV. Karena itu, kalau tapering diambil, seharusnya dalam masa fixed season tersebut yang pada kuartal IV-2013 ini. "Jika menunggu tahun 2014, jika tidak di kuartal I-2014, harusnya masih lama lagi untuk melakukan tapering," ucapnya.
Jadi, kata dia, berdasarkan siklusnya, tapering Fed seharusnya dilakukan di kuartal IV atau di kuartal I tahun berikutnya.
Tapering memang bisa mengurangi momentum pemulihan ekonomi AS. Karena itu, Fed perlu melihat, ekonomi AS benar-benar baik atau tidak. "Jika melihat data yang berkembang tiga pekan belakangan ini, ekonomi AS membaik meskipun terjadi government shutdown awal November 2013," timpal dia.
Data tersebut antara lain data PDB AS yang direvisi naik, tingkat pengangguran yang turun, dan walaupun inflasi AS masih di bawah target.
Mayoritas ekonom memprediksi tapering terjadi di Maret 2014 atau setidaknya, paling awal pada Januari. Masalahnya, Fed sudah menyatakan, kapan tapering sangat tergantung pada kondisi ekonomi AS.
Sekarang kondisi ekonomi AS lebih baik. Keputusan tapering didasarkan pada voting. Jika mayoritas setuju tapering Desember ini, kalaupun Gubernur The Fed Ben Bernanke diganti oleh Janet L Yellen awal tahun depan tidak masalah. "Meskipun, suksesi ini menjadi salah satu unsur mengapa ekonom prediksi tapering pada Maret 2014," tegas dia.
Selain itu, dari dalam negeri, investor masih mencemaskan masalah ekonomi Indonesia mulai dari defisit current account, inflasi, perlambatan ekonomi dan keengganan BI untuk menaikkan BI rate pekan lalu.
Alhasil, dolar AS menguat terbatas terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa).
Indeks dolar AS menguat ke 80,080 dari sebelumnya 80,06. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat tipis ke level US$1,3763 dari sebelumnya US$1,3766 per euro," imbuh Firman
Senin, 16 Desember 2013
Gara-gara Rupiah, Lupakan Bullishnya Saham!
Pelemahan nilai tukar rupiah diprediksi menuju titik terendahnya 12 tahun silam 12.200 per dolar AS. Karena itu, lupakan bullish-nya saham!
David Cornelis, kepala riset KSK Financial Group mengatakan, di akhir tahun 2013, Indonesia kehilangan momentum ekonomi. Kondisi itu melumpuhkan IHSG yang hapuskan harapan kembali ke level 5.000 dan hilangkan target ke 4.500 akhir 2013 ini.
“Lupakan bullish-nya saham, sejalan rupiah yang niscaya menuju titik terendahnya ke 12.200 per dolar AS, posisi April 12 tahun silam,” katanya kepada INILAH.COM.
Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak di atas 12.000 untuk waktu yang cukup lama. Bahkan, ada potensi untuk tes titik terendahnya balik ke Desember 2008 di 12.550. “Atau, malah melemah ke level November 2008 di posisi 13.000,” timpal dia.
David menjelaskan, pergeseran pola perkembangan ekonomi dan keuangan global telah terjadi. Hal ini ditandai dengan melambatnya ekonomi negara berkembang karena jatuh terperangkap sebagai negara berpendapatan menengah di saat ekonomi sudah semakinliberal.
“Di lain sisi, sudah mulai bangkitnya ekonomi negara maju, di samping belum ada kesesuaian antara perilaku mikro dengan fenomena makro,” ujarnya.
Secara teoritis (selisih inflasi dan bunga antara Indonesia dan AS), rupiah wajar bila terkoreksi sekitar 6% ke level 10.350. Adapun pelemahan tahun ini sudah mencapai seperempat nilainya, jauh melemah di atas target APBN-P 2013. “Sensitivitasnya pelemahan rupiah 10% akan menaikkan inflasi sebesar 0,8%,” ungkap David.
Pelemahan rupiah, kata dia, adalah refleksi buruknya agregasi daya saing Indonesia. Ini tercermin dari kurs efektif riil rupiah yang sudah terdepresiasi jauh ke level terendahnya sejak medio 2003. Rupiah tertekan oleh defisit seiring naiknya harga minyak dan kaburnya dana asing sebesar Rp15,3 triliun karena makro ekonomi yang kurang menjanjikan.
“Sementara itu, soal tapering dari AS menjadi pengalihan kambing hitam saja. Ada yang lebih krusial dari sekadar tapering, yaitu debt ceiling di Februari 2014 serta kenaikan Fed Funds Rate di 2015,” ucapnya.
Tahun 2012, Indonesia mengalami defisit perdagangan untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak 1961, mencapai US$1,6 miliar. Sayangnya juga, 69% impor adalah bahan baku, mungkin itulah yang dimaksud dalam Pidato Kenegaraan Presiden di Agustus lalu sebagai “Keep Buying Strategy” (tetap beli impor).
“Seketika itu juga di pasar saham (terjadi Keep Selling Strategy) yang berujung hingga akhir bulan itu IHSG terperosok 18% ke level terendahnya tahun ini di 3.837,” tuturnya.
Defisit terjadi akibat mengabaikan industrialisasi dan meremehkan infrastruktur industri hulu, terlalu fokus pada hilir. Target pemerintah tentang inflasi meleset dari 5%, begitu juga dengan target rupiah pun melenceng dari asumsi Rp 9.600 (nilai rata-rata sejak era milenium).
Dia menegaskan, konsekuensi kenaikan BI Rate adalah melambatnya laju pertumbuhan ekonomi. Lapangan kerja tidak tersedia jika pertumbuhan di bawah 6%, yang ada malah sebaliknya yaitu bertambahnya pengangguran.
“Bukanlah langkah yang bijak mengerem investasi dan pertumbuhan ekonomi untuk urusan defisit transaksi berjalan, karena akan memukul sektor riil. Tahun depan, BI Rate masih berpeluang naik lagi, paling sedikit 50 basis poins
Bursa AS Positif Seiring Data Ekonomi
Bursa saham AS menguat pada Selasa (17/12/2013) dini hari tadi. Penguatan seiring data ekonomi yang menunjukkan perbaikan positif untuk kegiatan bisnis.
Indeks S&P menghentikan pelemahan empat kali perdagangan dengan naik 0,6% ke 1.786,54. Indeks Dow Jones menguat 0,8% ke 15.884,57. Demikian juga dengan indeks Nasdaqlebih tinggi 0,7% menjadi 4.029,52. Demikian mengutip marketwatch.com.
Indeks manufaktur Empire State menguat di bulan Desember dari menurun di bulan November. Indeks Pembelian manajer AS untuk manufaktur naik ke 54,4. Produksi manufaktur naik menjadi 1,1 persen dari bulan November. Data ini menjadi tertinggi sepanjang tahun 2013 ini. Apalagi bulan sebelumnya menurun 0,1 persen.
Investor fokus pada pertemuan The Fed mulai 17-18 Desember, nanti malam waktu AS. Investor mencemaskan bila Fed akhirnya memutuskan untuk mengurangi stimulus moneternya dari US$85 miliar per bulan.
"Transaksi kami seiring kabar baik dari data ekonomi. Semakin banyak pasar yang merespon positif sehingga dapat meredap reaksi terhadap spekulasi tapering Fed," kata Drew Wilsondari Fenimore Asset Management.
Sementara emas menguat menjelang pertemuan bulanan Fed. Namun bursa saham di Asianegatif karena data mengecewakan dari China. Sementara bursa Eropa mengalami reli dengan data ekonomi di zona Eropa yang lebih kuat.
Indeks S&P menghentikan pelemahan empat kali perdagangan dengan naik 0,6% ke 1.786,54. Indeks Dow Jones menguat 0,8% ke 15.884,57. Demikian juga dengan indeks Nasdaqlebih tinggi 0,7% menjadi 4.029,52. Demikian mengutip marketwatch.com.
Indeks manufaktur Empire State menguat di bulan Desember dari menurun di bulan November. Indeks Pembelian manajer AS untuk manufaktur naik ke 54,4. Produksi manufaktur naik menjadi 1,1 persen dari bulan November. Data ini menjadi tertinggi sepanjang tahun 2013 ini. Apalagi bulan sebelumnya menurun 0,1 persen.
Investor fokus pada pertemuan The Fed mulai 17-18 Desember, nanti malam waktu AS. Investor mencemaskan bila Fed akhirnya memutuskan untuk mengurangi stimulus moneternya dari US$85 miliar per bulan.
"Transaksi kami seiring kabar baik dari data ekonomi. Semakin banyak pasar yang merespon positif sehingga dapat meredap reaksi terhadap spekulasi tapering Fed," kata Drew Wilsondari Fenimore Asset Management.
Sementara emas menguat menjelang pertemuan bulanan Fed. Namun bursa saham di Asianegatif karena data mengecewakan dari China. Sementara bursa Eropa mengalami reli dengan data ekonomi di zona Eropa yang lebih kuat.
Minggu, 15 Desember 2013
Anak usaha INDF Kuasai Pabrik Gula di
Anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang berada di Singapura, IndoAgri mendirikan ingin menguasai saham Roxas Holding Inc, yang memiliki pabrik gula terintegrasi di Filipina.
IndoAgri memutuskan untuk mendirikan perusahaan patungan bersama First Pacific Company Limited. Parusahaan patungan ini diberi nama FP Natural Resources Limited (FPNRL). Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/12/2013).
IndoAgri memiliki saham di perusahaan patungan ini sebesar 30% dan 70% dikuasai oleh First Pacific Company. Tujuan pembentukan FPNRL ini untuk investasi saham sebanyak 34% di Roxas Holding Inc, perusahaan gula terintgrasi yang terbesar di Filipina..
Adapun IndoAgri yang memiliki 30% dari seluruhan saham yang dikeluarkan oleh FPNRL dengan nilai sekitas US$17.400.000. Setelah dituntaskannya investasi ini, FPNRL menjadi entitas asosiasi IndoAgri dengan kepemilikan saham sebesar 30%
IndoAgri memiliki saham di perusahaan patungan ini sebesar 30% dan 70% dikuasai oleh First Pacific Company. Tujuan pembentukan FPNRL ini untuk investasi saham sebanyak 34% di Roxas Holding Inc, perusahaan gula terintgrasi yang terbesar di Filipina..
Adapun IndoAgri yang memiliki 30% dari seluruhan saham yang dikeluarkan oleh FPNRL dengan nilai sekitas US$17.400.000. Setelah dituntaskannya investasi ini, FPNRL menjadi entitas asosiasi IndoAgri dengan kepemilikan saham sebesar 30%
Target Pembiayaan Adira Masih Realistis
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) masih dapat mengandalkan pembiayaan dari kendaraan motor dan mobil meski ada kecenderungan kenaikan suku bunga acuan.
Perseroan memiliki target pembiayaan tahun 2014 sebesar 8% atau sekitar Rp35 triliun yang ditetapkan manajemen ADMF, berada di bawah target pertumbuhan industrinya yakni sebesar 10%.
"Kami melihat, hal tersebut cukup realistis, bukan hanya karena akibat dari tahun pemilu, tetapi juga tingkat suku bunga memainkan peran besar terhadap kinerja AMDF (SBI masih di level 7,50%)," demikian mengutip hasil riset ETrading Securities, Jumat (13/12/2013)
Walaupun tahun 2013 belum terasa dampaknya dari kebijakan BI tersebut. Portfolio ADMF terbesar masih disumbang dari motor dan mobil dengan kontribusi sebesar 52% dan 48%.
Perseroan memiliki target pembiayaan tahun 2014 sebesar 8% atau sekitar Rp35 triliun yang ditetapkan manajemen ADMF, berada di bawah target pertumbuhan industrinya yakni sebesar 10%.
"Kami melihat, hal tersebut cukup realistis, bukan hanya karena akibat dari tahun pemilu, tetapi juga tingkat suku bunga memainkan peran besar terhadap kinerja AMDF (SBI masih di level 7,50%)," demikian mengutip hasil riset ETrading Securities, Jumat (13/12/2013)
Walaupun tahun 2013 belum terasa dampaknya dari kebijakan BI tersebut. Portfolio ADMF terbesar masih disumbang dari motor dan mobil dengan kontribusi sebesar 52% dan 48%.
Rabu, 11 Desember 2013
Inilah Saham Pilihan Kamis (12/12/2013)
Laju IHSG pada perdagangan Kamis (12/12/2013) diprediksi berada pada support 4.238-4.245 dan resistance 4.265-4.285. Inilah saham-saham pilihannya.
Pada perdagangan Rabu (11/12/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG^JKSE ) ditutup melemah tipis 3,94 poin (0,09%) ke posisi 4.271,743. Intraday terendah 4.235,417 dan tertinggi 4.282,105.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buydengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, benar saja, kekhawatiran aksi profit taking mengubah arah IHSG menjadi melemah meskipun sempat mengalami kenaikan tipis. “Aura profit taking mulai tampak sejak awal sesi 1 dan terus berlanjut hingga sesi sore dan bahkan sempat melewati target support 2 di level 4.246,”
Kondisi itu terjadi, kata dia, berbarengan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia dan kembalinya rupiah di level 12.000-an per dolar AS. “Namun demikian, masih adanya aksi beli jelang menit-menit penutupan IHSG seiring dengan positifnya laju bursa saham Eropa membuat pelemahan menjadi berkurang meskipun belum dapat kembali bertengger di zona hijau,” ujarnya.
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Kamis (12/12/2013) IHSG berada pada support 4.238-4.245 dan resistance 4.265-4.285. “Indeks berpola menyerupai bearish harami di bawah middle bollinger bands (MBB),” ujarnya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba naik dengan histogram negatif yang mendatar. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic masih masih bertahan upreversal meski terbatas.
Dia menjelaskan, laju IHSG meski melemah hingga sempat berada di dalam kisaran target support 4.218-4.246, dapat kembali berada di atas kisaran tersebut. “IHSG pun berada di persimpangan jalan di mana terbuka peluang kenaikan namun, sekaligus dapat melanjutkan pelemahannya bila rilis BI rate tidak sesuai dengan ekspektasi
Benarkah IHSG Akan Turun Lagi?
Pada perdagangan Rabu (11/12/2013), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) melemah tipis 0,09%. Pertanda indeks bakal turun lebih jauh?
Pada perdagangan Rabu (11/12/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah tipis 3,94 poin (0,09%) ke posisi 4.271,743. Intraday terendah 4.235,417 dan tertinggi 4.282,105.
Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, IHSG menutup perdagangan hari ini di atas 4.250. “Tapi, pertanyaannya, apakah benar Indeks kita mau turun lagi?” kata dia di Jakarta, Rabu (11/12/2013).
Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp81 miliar hingga 15.30 WIB. Sementara itu, Hang Seng Index (HSI) tutup sudah di sekitar retracement 50% di level 23.300. “Memang adahead and shoulder arah 23.000. Tapi, itu kan juga tidak jauh lagi,” ucapnya.
Strait Times Index (STI) sudah di 3.062 dan target STI hanya 3.050. “Sebentar lagi, juga dia kena bottom,” papar dia.
“Saya memang sedang menantikan wave ke 9, di mana IHSG akan bikin new low di bawah 4.161. Tapi, dengan posisi Hang Seng yang terkoreksi terlalu dalam jika dibandingkan denganDow Futures, sore ini saya mengambil posisi contrarian: beli ketika suport ditembus. Enggak banyak sih, saya hanya mengharapkan, kalau besok IHSG rebound, saya bisa jualan,” papar dia.
Bagaimana dengan BI Rate? “Sebenarnya, kalau buat saya, yang penting rupiah menguat. Kalau kenaikan BI Rate jangka pendek adalah solusinya, buat saya sih oke saja. Sebaiknya, BI juga menerangkan, bahwa ini hanya langkah jangka pendek, sambil menunggu rupiah kuat sehingga aliran dana asing masuk. Tapi, kalau BI Rate naik dan IHSG new low? Ya jelas saya malah belanja. Planning-nya kan memang begitu,
18.45
BELAJAR SAHAM LOKAL
