Minggu, 05 Januari 2014

Irwan Ariston Napitupulu Pilih Saham Bluechips Likuid

Headline

Perubahan lotdan fraksi harga saham mulai berlaku Senin (6/1/2014). Pekan ini pun jadi masa transisi atas aturan baru tersebut. Pelaku pasar disarankan memilih saham bluechips yang likuid.
Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan hal itu kepada INILAH.COM.
Menurut dia, support yang akan diuji sepekan ke depan di level 4.150 yang merupakan support sebelum indeks berangkat ke 4.300-an dan resistance 4.327.
“Saya lebih cenderung melihatnya terbuka peluang untuk coba menguji level atasnya dengan asumsi tidak ada kejadian yang signifikan dari eksternal baik regional maupun global,” ujarnya.
Pada perdagangan Jumat (3/1/2014) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 69,6 poin (1,61%) ke posisi 4.257,663. Intraday terendah 4.247,987 dan tertinggi 4.298,231.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan net selldengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Mengakhiri pekan lalu, IHSG melemah 1,61%. Apa yang terjadi?
Pelemahan IHSG akhir pekan lalu, karena pada saat pembukaan perdagangan 2014, 2 Januari, indeks mengalami kenaikan yang lumayan.
Kenaikan tersebut juga sudah terjadi sepekan sebelumnya dari kisaran 4.150 sebelum liburNatal pada 23 Desember 2013, lalu naik hingga puncaknya 4.327.
Artinya, indeks mengalami kenaikan lebih dari 150 poin. Karena itu, indeks melemah karena terjadi profit taking yang wajar. Short term trader bisa dimaklumi merealisasikan keuntungan.
Apalagi malam sebelumnya, bursa Eropa dan AS juga mengalami penurunan yang signifikan di atas 1% dan membuat orang takut sehingga profit taking. Karena itu, pelaku pasar akhirnya profit taking untuk melihat kelanjutan arah IHSG seperti apa. Mereka wait and see. Belum lagi faktor akhir pekan sehingga wajar profit taking.
Lantas, bagaimana Anda melihat arah IHSG sepekan ke depan?
Saya melihat laju IHSG akan tetap berada di dalam kisarannya. Walaupun, ada harapan bagi IHSG untuk mencoba level atas. Tapi, di sisi lain, ada juga kemungkinan indeks juga kembali menguji level support-nya.
Akan tetapi, secara grafik, indeks punya kecenderungan untuk kembali mencoba menguji kekuatan atasnya. Tentunya, dengan asumsi bursa saham global tidak melanjutkan penurunan yang signifikan. Jika turun lagi, otomatis bursa kita juga akan kembali terkena tekanan jual.
Level support dan resisten yang akan diuji dalam sepekan ke depan?
Support yang akan diuji di level 4.150 yang merupakan support sebelum indeks berangkat ke 4.300-an dan resistance 4.327. Saya lebih cenderung melihatnya terbuka peluang untuk coba menguji level atasnya dengan asumsi tidak ada kejadian yang signifikan dari eksternal baik regional maupun global. Selama eksternal tenang-tenang saja, kalaupun turun tidak banyak, ada harapan penguatan IHSG berlanjut.
Bagaimana dengan perubahan lot dan fraksi harga saham yang mulai berlaku Senin, 6 Januari 2014 ini?
Ya, profit taking juga bisa saja terjadi karena antisipasi pasar atas ketentuan lot dan fraksi harga saham yang baru. Karena itu, dalam situasi ini lebih baik wait and see terlebih dahulu atau paling tidak, kurangi bobot sahamnya. Lihat dulu bagaimana dampak dari perubahan lot dan fraksi harga saham tersebut.
Dengan perubahan tersebut, ada sebagian trader yang ingin melihat bagaimana dampak aturan baru yang berlaku 6 Januari 2014 itu terhadap portofolio-nya. Trader melepaskan posisi terlebih dahulu setelah sahamnya rally cukup lumayan.
Faktor hari Jumat dan bursa global tidak bagus-bagus amat. Jika ternyata Senin ini tidak ada masalah, mereka kembali masuk. Jadi, katalis penguatan IHSG sepekan ke depan, jika tidak ada hal-hal dari regional dan global yang membuat IHSG ikut-ikutan turun.
Anda sendiri, bagaimana menilai perubahan lot dan fraksi harga saham baru?
Dalam sepekan ke depan, pasar baru akan sama-saham merasakan transaksi dengan lot dan fraksi harga saham yang baru apakah enak atau justru tak nyaman. Pasar mungkin baru akan coba-coba. Bahkan mungkin ada yang kagok salah memasukan lot dan fraksi harganya.
Seharusnya per 1 rupiah, menjadi per 5 rupiah. Lalu, perlu dilihat, apakah nanti sistemnya hang atau tidak dengan membanjirnya order. Apalagi, lotnya juga berubah dari 500 lembar saham menjadi 100 lembar. Yang punya 10 ribu lot, berubah menjadi 50 ribu lot. Jadi, perubahan lot dan fraksi harga ini juga akan memicu faktor psikologis di pasar.
Kita sama-sama belum tahu, kita tunggu Senin (6/1/2014) ini kondisi pasar seperti apa. Saya kira sepekan ke depan, merupakan masa transisi masalah teknis bagi pelaku pasar terhadap regulasi yang baru.
Bagaimana dengan fundamental ekonomi dalam negeri?
Dari data makro ekonomi, meski tidak terlalu bagus tapi tidak ada yang jadi pendorong IHSG untuk turun signifikan baik dari sisi inflasi, neraca perdagangan, maupun kinerja ekspor. Memang kurang bagus, ya mau ke mana lagi. Jika datanya bagus, penguatan IHSG akan terus berlanjut.
Bagaimana dengan ekspektasi pasar atas kinerja emiten untuk full year 2013?
Di Indonesia, emiten belum terbiasa mengumumkan laporan keuangan sementara pada pekan pertama Januari. Pada pekan kedua, ketiga, dan keempat Januari emiten-emiten bluechipsbaru akan memberikan indikasi-indikasi laba untuk 2013. Itulah yang bisa menjadi trigger IHSG untuk mengalami sejumlah penguatan.
Akan tetapi, laporan keuangan resminya baru akan dirilis biasanya pada Maret-April. Jadi, saya rasa, pada pertengahan Januari 2014 atau hingga akhir Januari saham-saham bluechips mulai membocorkan atau mengindikasikan potensi labanya untuk full year 2013 apakah di bawah atau di atas ekspektasi sebelumnya.
Tapi, karena sepekan depan masih terhitung pekan pertama Januari, indeks akan lebih terpengaruh oleh faktor global. Di Wall Street pun, biasanya baru pertengahan Januari emitenbluechips mengumumkan kinerja keuangannya.
Dalam situasi ini, apa saran Anda untuk para pemodal di bursa saham?
Saya menyarankan tetap trading seperti normal. Tapi, jangan lupa, lot dan fraksi saham sudah berubah. Lotnya jadi 100 lembar saham per satu lot-nya. Fraksi harga saham juga sudah berubah. Jadi, belajarlah menyesuaikan diri.
Saham-saham pilihan Anda?
Untuk saham pilihan, saya tetap lebih menyarankan untuk tetap fokus pada berapa saham yang kita sukai dan kita kuasai. Kalau bisa, pilih yang bluechips yang perusahaannya bagus, kapitalisasinya besar dan cukup likuid semisal PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Mandiri (BMRI). BMRI dan BBRI merupakan perusahaan besar. Ibaratnya, bukan perusahaan abal-abal. Pilih saham yang jelas-jelas, fundamentalnya bagus yang naik-turun harga sahamnya hanya dipengaruhi oleh faktor sentimen.
Kita manfaatkan saja, ketika harga dekat support, kita masuk. Jika sudah mendekati resistancekita jual. Kalau sudah tidak dekat support dan resistance, ya sudah kita bengong saja kalau tidak punya barang. Sabar-sabar saja. Apalagi, kondisinya sekarang memang belum kondusif. Dipaksakan pun, kita bukanlah penggerak market melainkan follower. Jadi pilih saham apapun yang bluechips.
Misalnya, kalau mau beli saham BMRI yang bagus di bawah Rp7.500 dan jual saat harga mendekati Rp8.000 di kisaran Rp7.900-8.000, langsung jual. Gitu saja terus bolak-balik kan lumayan jika memperhatikan grafiknya, bisa meraih gain di atas 5%. Jika dalam dua pekan sudah dapat gain, 5% kan lumayan dalam kondisi pasar seperti sekarang.
Bukan hanya saham BMRI dan BBRI?
Intinya, pilih saham bluechips yang likuid. Sebab, ada saham bluechips yang tidak likuid. Likuid itu menjadi syarat wajib. Sebab, pada saham dalam kategori itu, kita bisa jual dan beli any times, bisa kapan pun. Bluecips yang bagus.
Kalau kenapa-kenapa, tidak akan turun banyak-banyak karena aksi jual akan langsung diimbangi aksi beli, saat saham tersebut sudah kemurahan. Kurang lebih seperti itu. Fokus saja pada 1-2 saham yang kita sukai dan kita kuasai, bisa di grup Lippo, grup Astra, atau grup dan sektor lain. Silakan saja selama bermain di dekat support dan resistance.

Menimbang Sejumlah Saham Grup Lippo

Headline

Mengakhiri pekan lalu, mayoritas sejumlah saham grup Lippo mengalami penurunan. Namun,ada beberapa yang masih dalam posisi uptrend. Saham apakah itu?
Fanny Suherman, research analyst PT OSO Securities memberikan penjelasan teknikal perihal arah saham-saham dari grup ini dalam sepekan ke depan.
Tapi, penjelasan saya belum memfaktorkan perubahan lot dan fraksi harga saham yang berlaku Senin (6/1/2014),” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Jumat (3/1/2014) saham PT Lippo Karawaci (LPKR) melemah Rp10 (1,09%) ke Rp900; PT Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp150 (2,85%) ke Rp5.100; PT Matahari Putra Prima (MPPA) turun Rp30 (1,53%) ke Rp1.920;
PT Matahari Departement Store (LPPF) turun Rp200 (1,76%) ke Rp11.100; PT MultipolarCorporation (MLPL) stagnan di Rp360; PT Lippo Securities (LPPS) stagnan di Rp197 dan PTStar Pacific (LPLI) terkoreksi Rp5 (1,02%) ke Rp485. Berikut ini pejelasan teknikal masing-masing saham dari grup Lippo:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons