Selasa, 30 Juli 2013

Kredit BII Tumbuh 16% pada Semester I 2013

Headline

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) pada semester pertama 2013 mencatat kredit tumbuh 16% menjadi Rp85,1 triliun dari periode yang sama di 2012 sebesar Rp73,5 triliun.

Presiden Direktur BII, Dato' Khairussaleh Ramli mengatakan, kredit Business Banking (UKM dan Komersial) mengalami pertumbuhan paling tinggi yaitu dari Rp23,5 triliun menjadi Rp30,2 triliun atau naik 29%. Kredit retail meningkat 16% dari Rp26,7 triliun menjadi Rp31,1 triliun. Kredit

"Sedangkan, Global Banking telah kembali tumbuh sebesar 2% dari Rp23,3 triliun menjadi Rp23,9 triliun setelah sempat menurun pada kuartal pertama tahun ini sebagai dampak penyesuaian portofolio dalam upaya mengelola risiko kredit secara proaktif," kata Dato' dalam keterangan tertulisnya yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Senin (29/7/2013) malam.

Menurut Dato, bisnis kendaraan roda empat di bawah BII Finance mencatat pertumbuhan yang signifikan dengan laba sebelum pajak konsolidasian yang melonjak 63% menjadi Rp144,8 miliar. Total Pembiayaa (konsolidasian) yang dibukukan BII Finance sebesar Rp7,9 triliun pada Juni 2013 dari Rp5,4 triliun pada Juni 2012, atau mencatat kenaikan 47%.

Sementara itu, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM), anak perusahaan Bank di bidang pembiayaan roda dua, juga menunjukkan kinerja yang baik, melanjutkan turnaround dan mencatat total pembiayaan (konsolidasian) pada enam bulan pertama mencapai Rp8,3 triliun dibandingkan Rp9,7 triliun pada enam bulan pertama 2012, terkait peraturan uang muka.

"Rasio kredit terhadap Simpanan Nasabah (LDR) konsolidasian membaik dari 95,39% pada Juni 2012 menjadi 91,52% pada Juni 2013. LDR BII (tidak termasuk anak perusahaan) tetap terkelola secara sehat pada tingkat 85,0% sedangkan modified LDR konsolidasian yang memperhitungkan obligasi, pinjaman jangka panjang dan simpanan nasabah tercatat sebesar 78,9% pada 30 Juni 2013," tutur dia.

Sedangkan, total pembiayaan BII Syariah meningkat signifikan dari Rp0,4 triliun pada Juni 2012 menjadi Rp3 triliun pada Juni 2013, memberikan kontribusi 3,5% pada total kredit BII dari hanya 0,6% pada Juni 2012. 

Jelang Data Stok AS, Minyak Mentah di Asia Melemah

Headline

Menjelang data stok mingguan minyak mentah di pasar Asia melemah pada perdagangan Selasa (30/7/2013). Investor menunggu daa ekonomi AS yang memberi mempengaruhi permintaan minyak ke depan.

Minyak mentah AS untuk pengiriman September turun 0,2% ke US$104,33 per barel. Untuk minyak mentah jenis Brent turun 0,2% ke US$107,2 per barel di London.

Pada perdagangan kemarin, minyak tertekan kekhawatiran terhadap prospek permintaan energi dari China. Investor juga bertindak hati-hati menjelang pertemuan The Fed selama dua hari sejak Selasa hingga Rabu.

Pasar minyak mentah akan mencermati data pemulihan di pasar perumahan AS tentang laporan harga rumah di bulan Juni. Selain itu juga tentang angka kepercayaan konsumen untuk bulan Juli ini. Data penting lainnya adalah tentang aktivitas manufaktur China pada akhir pekan ini.

Hari ini, American Petroleum Institute akan merilis data persediaan untuk pekan terkahir, waktu AS. Pasar memperkirakan persediaan akan turun 3 juta barel per 26 Juli lalu. Sedangkan Energy Information Administration pada Rabu besok.

Stok minyak mentah AS telah jatuh hampir 30 juta barel menjadi 364,2 juta barel dalam empat pekan terakhir.

Kamis, 25 Juli 2013

Bangun Dua Pabrik, Kalbe Farma Siapkan Rp450 M

Headline

PT Kalbe Farma Tbk akan membangun dua pabrik susu untuk susu cair dan bubuk dengan total nilai Rp450 miliar.

Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius menuturkan perseroan membangun pabrik susu cair di Sukabumi dan pabrik susu bubuk di Cikampek. Nilai investasi pabrik susu cair di Sukabumi senilai Rp150 miliar.

Sedangkan nilai investasi pabrik susu bubuk di Cikampek Rp300 miliar. "Untuk pabrik susu cair di Sukabumi kami joint venture dengan Milko. Sedangkan pabrik susu di Cikampek itu 100 persen milik kami," kata Vidjongtius, Kamis (25/7/2013).

Vidjongtius menambahkan, dana pembangunan pabrik akan berasal dari kas internal. Perseroan menganggarkan belanja modal Rp1,5 triliun pada 2013. Saat ini, perseroan telah memiliki dua pabrik susu di Cikampek. Dengan penambahan pabrik tersebut maka kapasitas pabrik susu khusus susu bubuk akan menjadi 24 ribu ton dari kapasitas sebelumnya 12 ribu ton.

Vidjongtius mengatakan, perseroan menambah pabrik baru mengingat permintaan produksi nutrisi meningkat. Saat ini kontribusi penjualan produk nutrisi mencapai 24% kepada pendapatan perseroan. "Pembangunan pabrik ini untuk mendukung pertumbuhan perseroan ke depan," kata Vidjongtius.

Untuk kuartal pertama 2013, perseroan membukukan laba naik menjadi Rp444 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp403 miliar. Pendapatan perseroan mencapai Rp3,49 triliun hingga kuartal pertama 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp3 triliun.

Ikut Konvensi, Menteri Gita Harus Berani Mundur

Headline

Figur Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dinilai sebagai darah segar dalam kancah perpolitikan di tanah air, disaat estapet regenerasi kepemimpinan masih jalan ditempat. Untuk itu, Gita diminta mundur dari jabatannya jika akan mengikuti konvensi calon presiden (Capres) Partai Demokrat.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Maarif Institute, Fajar Riza Ul Haq. Menurutnya, Gita memiliki kapasitas individu, jaringan, dan kematangan manajerial yang dibutuhkan dalam mendongrak Indonesia di pentas internasional.

"Keberanian politik patut diacungi jempol, tanpa ragu menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pertarungan pilpres 2014. Ini modal mendasar karena prasyarat kepemimpinan kuat adalah tegas dan berani dalam mengambil langkah-langkah strategis,

Namun, kata Fajar, Gita harus berani tegas untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Perdagangan jika ingin mengikuti konvensi Capres Partai Demokrat.

"Hemat saya ini akan menjadi pilihan kritikal bagi Gita. Jika dia berhasil menyelesai pekerjaan rumah Kemendag lebih cepat dan secara terbuka mengundurkan diri guna fokus di konvensi maka dia akan mendapat simpati publik,

"Tidak hanya itu, langkah ini pula akan menjadi preseden positif dalam proses pendewasaan politik nasional. Ujian Gita sebagai sosok alternatif akan terlihat sejauhmana dia berhasil membawa prilaku politik yang membangun dalam kultur politik kita,

Sebelumnya diberitakan, Board of advisor center for strategic and international studies (CSIS) Jeffrie Geovanie meminta agar Gita segera menyelesaikan tugasnya dan segera mundur dari Menteri Perdagangan.

Mengapa harus cepat rampung? Karena setelah itu Gita mesti konsentrasi mengikuti konvensi yang akan digelar akhir tahun ini. Lebih baik Gita mundur sebagai menteri. "Ikhlas untuk mengundurkan diri,

Menurutnya, apabila Gita mundur sebagai menteri akan menjadi contoh buat pejabat-pejabat lain. Namun, jika pekerjaan-pekerjaan di Kemendag belum tuntas, lebih baik mundur sebagai calon peserta konvensi capres Partai Demokrat.

Berharap Tuah Kinerja Emiten, IHSG Variatif-Turun

Headline

 Laju IHSG Jumat (26/7/2013) diprediksi variatif dengan kecenderungan melemah terbatas dalam support 4.600 dan resistance 4.730. Indeks berharap tuah kinerja emiten. Seperti apa?
Pada perdagangan Kamis (25/7/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 43,99 poin (0,93%) ke posisi 4.674,117. Intraday terendah 4.665,882 dan tertinggi 4.722,375.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Purwoko Sartono, Research Analyst dari PT Panin Sekuritas mengatakan, IHSG kemarin ditutup melemah. “Pelemahan didorong oleh sentimen negatif dari kekhawatiran akan rencana The Fed mengurangi stimulus pada September mendatang,
Faktor penting yang memicu ekspektasi penarikan stimulus The Fed, kata Purwoko, antara lain, penjualan rumah baru yang menguat dan preliminary manufaktur dirilis 53,2 dari prediksi 52,5.
“Selain itu sentimen negatif juga datang dari data preliminary manufaktur China Juli yang tercatat sebesar 47,7 dari prediksi 48,2,
Penjualan rumah baru AS bulan Juni mencapai level tertinggi dalam 5 tahun terakhir. “Penjualan tumbuh 8,3% mencapai 497 ribu dari consensus 484 ribu. “Hal ini mengindikasikan konstruksi residensial akan mendorong pertumbuhan ekonomi AS pada paruh kedua tahun ini.
Data preliminary manufaktur Juli di Eropa menunjukan pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. “Hal ini bisa menjadi tanda kawasan euro mulai pulih,” tuturnya. Data tersebut, mendorong penguatan bursa Eropa ke level tertinggi dalam 8 pekan terakhir.
Sementara itu, dari dalam negeri, tampaknya tekanan juga datang dari nilai tukar rupiah yang masih bergejolak dan menembus 10.200. “Untuk perdagangan terakhir pekan ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas,
Menurut Purwoko, kisaran support-resistance IHSG Jumat ini berada pada 4.600-4.730. “Faktor lain yang bisa menjadi katalis positif adalah laporan keuangan emiten semester I-2013,

Yusril: Konvensi Demokrat Gembosi Parpol Lain

Headline

Sistem konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat dianggap sebagai cara untuk menggembosi partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, dengan setiap kandidat peserta konvensi diwajibkan untuk menjadi kader Demokrat justru akan merugikan parpol lain. Dimana, tokoh parpol tersebut harus hengkang jika ingin mengikuti atau menjadi pemenang konvensi.

"(Konvensi) Itu sama saja menggembosi partai lain, menang pun belum tentu tapi partai lain sudah gembos," kata Yusril, Jakarta, Kamis (25/7/2013) malam.

Untuk itu, Yusril masih menunggu keputusan dari komite konvensi capres partai pimpinan Susilo Bambamg Yudhoyono (SBY) itu. Yusril memastikan akan mengikuti konvensi Demokrat jika tidak diharuskan meninggalkan PBB.

"Kita belum tahu apa langkah yang mereka (Demokrat) ambil. Saya akan ikut jika tidak keluar dari PBB dan tidak masuk Partai Demokrat. Kalau ikut konvensi kenapa harus keluar dari partai demokrat

Selasa, 23 Juli 2013

Inilah Faktor Penjualan Alat Berat UNTR Turun

Headline

Sektor pertambangan yang masih melambat membuat penjualan alat berat PT United Tractor Tbk turun 42,04% menjadi 2.452 unit pada semester pertama 2013.

"Turunnya masih disebabkan terutama oleh perlambatan di sektor pertambangan karena turunnya harga batu bara. Diperkirakan situasi pasar masih berat hingga akhir tahun," ujar Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk, Sara Lubis, saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (23/7/2013).

PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan penjualan alat berat turun 42,04% menjadi 2.452 unit hingga Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 4.231 unit. Penjualan alat berat untuk Juni 2013 saja mencapai 326 unit. Pangsa pasar penjualan alat berat perseroan hingga Juni 2013 mencapai 41%. Demikian seperti dikutip dari situs PT United Tractors Tbk, Selasa (23/7/2013).

Penjualan alat berat perseroan untuk sektor pertambangan sekitar 48% hingga Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 60%, lalu disusul penjualan alat berat untuk sektor konstruksi mencapai 23% hingga Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 13%, penjualan untuk sektor agro tetap di level 21%, dan kontribusi penjualan alat berat untuk sektor kehutanan naik menjadi 8% hingga Juni 2013.

Sementara itu, overbudden removal (rasio pengelupasan tanah) naik menjadi 414,5 juta ton hingga Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 407.3 juta ton. Penjualan batu bara perseroan dari PMM dan TTA mencapai 2,16 juta ton hingga Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 3,04 juta ton

Kebijakan Miras Pasca-Penghapusan Keppres Miras

Headline

persoalan minuman keras (miras) di Indonesia kembali mengemuka dan semakin memanas seiring dengan beredarnya surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi terkait dengan permintaan Kemendagri kepada 9 Pemerintah Daerah untuk mengklarifikasi 9 Perda yang mengatur mengenai miras.
Mendagri menyatakan, dari 351 perda bermasalah hasil evaluasi 2011, tercatat 9 Perda yang mengatur soal miras. Kesembilan Perda itu adalah;
1. Perda Nomor 7 tahun 2005, yang mengatur Miras di Kota Tangerang,
2. Perda Nomor 7 Tahun 2005 sebagaimana diubah menjadi Perda Nomor 15 Tahun 2006 di Kabupaten Indramayu,
3. Perda Nomor 11 Tahun 2010 untuk Kota Bandung.
4. Perda Nomor 9 Tahun 2002 yang diterbitkan oleh Pemprov Bali,
5. Perda Nomor 6 Tahun 2007 yang dikeluarkan Pemkot Banjarmasin,
6. Perda Nomor 5 Tahun 2006 yang dikeluarkan Pemkab Manokwari,
7. Perda Nomor 5 Tahun 2009 yang diterbitkan Pemkab Penajam Paser Utara.
8. Perda Nomor 16 Tahun 2000 yang dikeluarkan Pemkot Balikpapan,
9. Perda Nomor 5 Tahun 2006 yang diterbitkan Pemkot Sorong. (www.depdagri.go.id)
Perda-perda tersebut dinilai bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yang mengatur tentang miras, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pendistribusian Miras dan Keputusan Presiden No.3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.
Salah satu pasal yang paling disorot oleh Kemendagri adalah ketentuan mengenai pelarangan penjualan dan peredaran miras secara total di sebuah daerah, sebagaimana yang diterapkan di Kota Tangerang. Ketentuan tersebut dinilai Kemendagri bertentangan dengan kedua peraturan di atas yang membolehkan miras dengan golongan A (dengan kadar alkohol 1-5%) dijual secara bebas.
Sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 4 Keputusan Presiden No.3 Tahun 1997
(1) Dilarang mengedarkan dan atau menjual minuman beralkohol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) di tempat umum, kecuali di hotel, bar, restoran dan di tempat tertentu lainnya yang ditetapkan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I setelah mendengar pertimbangan Bupati/Walikota madya Kepala Daerah Tingkat II.
(2) Tempat tertentu lainnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dilarang berdekatan dengan tempat peribadatan, sekolah, rumah sakit, atau lokasi tertentu lainnya yang dilarang oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I setelah mendengar pertimbangan Bupati/Walikota madya Kepala Daerah Tingkat II.
(3) Dengan memperhatikan ketentuan ayat (2), tempat tertentu lainnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib memperoleh izin dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
Artinya, Kemendagri menilai bahwa melarang penjualan dan peredaran miras secara total di sebuah daerah adalah melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. Adapun lahirnya Perda-perda mengenai miras ini merupakan refleksi dari keinginan masyarakat di daerah untuk melarang peredaran miras dikarenakan menimbulkan efek negatif.
Selain itu, yang menjadi sorotan utama adalah begitu bebasnya miras golongan A dijual di berbagai minimarket yang kini penetrasinya telah masuk ke kampong-kampung dan pemukiman masyarakat.
Padahal hal ini sebenarnya bertentangan dengan ketentuan dalam Pasal 5 Ayat 2 Bab IV Keputusan Presiden No.3/1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol disebutkan larangan mengedarkan dan menjual miras (golongan A, B dan C) di tempat yang berdekatan dengan tempat peribadatan, sekolah, rumah sakit, atau lokasi tertentu lainnya.
Ketentuan tersebut juga tercantum dalam Pasal 33 Bab VI Peraturan Menteri Perdagangan No.15/2006 tentang Pengawasan dan Pengendalian Impor, Pengedaran dan Penjualan, dan Perizinan Minuman Beralkohol.
Kita bisa lihat fakta sampai hari ini, tidak ada satu pun minimarket yang menjual miras di dekat tempat peribadatan, sekolah, rumah sakit, atau lokasi tertentu lainnya yang ditutup karena melanggar Keputusan Presiden No. 3/1997.
Perkembangan Terkini
Namun demikian, terdapat perkembangan terbaru terkait dengan persoalan miras ini dengan keputusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Keppres No. 3/1997 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol. Putusan judicial review MA ini diputuskan pada 18 Juni 2013 oleh tiga hakim agung dari Kamar Tata Usaha negara (TUN) yaitu Supandi, Harry Djatmiko dan Yulius.
MA mencabut Keppres tersebut atas permohonan yang diajukan oleh Front Pembela Islam (FPI). Menurut FPI, dengan adanya Keppres tersebut, banyak Perda yang melarang total peredaran miras di daerahnya dibatalkan.

Sentimen China dan Jepang Dorong Bursa Asia Naik



Bursa saham Asia menguat pada perdagangan saham Selasa (23/7/2013) setelah ada harapan pemerintah China akan mendukung pertumbuhan ekonomi China.

Selain itu, pemerintah Jepang juga menaikkan pandangan terhadap ekonomi untuk tiga bulan mendatang. Sentimen lain yang mendukung bursa saham yaitu kenaikan sektor saham sumber daya alam setelah harga emas dan perak menguat. Sementara itu, saham ZTE Corp melonjak setelah melaporkan kinerja semester pertama 2013. Demikian seperti dikutip dariMarketwatch, Selasa ini.

Indeks saham Shanghai menguat 2%. Indeks saham Hong Kong Hang Seng bergerak reli 2,3% sehingga memimpin kenaikan bursa saham regional. Sebelumnya Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan, pemerintah akan mengambil langkah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi agar tidak jatuh di bawah 7%. Chinese Vice Premier Zhang Gaoli mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk merestrukrisasi dan mengambil langkah yang masuk akal untuk infrastruktur dan kekayaan.

Selain itu, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,8%. Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 1,3%. Indeks saham Australia menguat 0,3%. Adapun saham-saham yang menguat seperti saham Newcrest Mining Ltd bergerak reli 5,4% di bursa saham Sydney, saham Korea Zinc Co naik 1,6% di bursa saham Korea Selatan, dan saham Sumitomo Metal Mining Co menguat 4,3% di bursa saham Jepang.

Saham Zijin Mining Industry Co menguat 7,9%, saham Jiangxi Copper Co menguat 5,2% di bursa saham Hong Kong. Saham Poly Real Estate Group Co menguat 3,6%. Di bursa saham Jepang, saham KDDI Corp menguat 2,1% dan saham Nippon Telegraph and Telephone Corp naik 1%.

Inilah Capres-Cawapres Ideal versi Hamzah Haz

Headline

Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz mengaku memiliki pandangan tentang pasangan ideal capres-cawapres dalam Pilpres 2014. Ini disampaikan Hamzah Haz saat bertemu Gubernur DKI Joko Widodo di Balai Kota DKI, Selasa (23/7/2013).


Mantan ketua umum DPP PPP tersebut kemudian mengisahkan perjalanan saat dirinya mendampingi Megawati yang saat itu menjabat presiden. Menurut Hamzah, dirinya diminta Megawati Soekarnoputri menjadi wakil presiden.

Dia menganggap pasangan antara Megawati sebagai presiden dan dirinya sebagai wakil presiden menyatukan antara tokoh nasionalis dengan agamis. Pasangan seperti itu, katanya, sebagai pasangan ideal dalam Pilpres 2014.

"Saya ingin kan seperti itu, apa yang telah diwariskan PDIP, yang dulu kaitannya dengan presiden dan wapresnya, ada kaitan antara kekuatan nasionalis dengan kekuatan agama Islam," kata Hamzah.

Terkait pertemuannya dengan Jokowi, Hamzah menuturkan Jokowi salah seorang tokoh yang paling populer sebagai calon presiden. Secara pribadi dirinya mendukung Jokowi untuk maju dalam Pilpres 2014.

Minggu, 21 Juli 2013

Asal Sabar, Saham 3 Bank Ini Janjikan Untung Besar

Headline

Bermain saham di saat seperti sekarang jelas memusingkan. Maklum, kenaikan suku bunga acuan BI (BI rate) sebesar 75 basis poin menjadi 6,5% akan berdampak ke mana-mana.
Bukan hanya membuat bunga kredit melejit, kualitas kredit juga semakin menurun. Pengalaman di 2005 menjadi bukti paling pahit. Gara-gara harga bahan bakar minyak (BBM) naik, kredit bermasalah pun ikut naik.
Meski di semester II ini tekanan terhadap perbankan semakin berat, para bankir tetap optimistis yang mereka kelola akan tetap tumbuh. Vera Eva Liem, Direktur Keuangan Bank Danamon, berkeyakinan kredit perseroan tahun ini dapat tumbuh 17%. Di semester I, kredit yang dikucurkan bank milik Temasek Singapura itu memang hanya Rp124 triliun atau tumbuh sebesar 12%.
Menurut seorang analis, dalam situasi makro yang cepat berubah, bank dengan likuiditas besar akan sangat diuntungkan. Contohnya Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Mandiri. Si analis bilang, bank-bank tersebut bisa memanfaatkan jatuhnya harga obligasi pemerintah (SUN). Itu sebabnya, ia menilai masih ada peluang bagi investor untuk meraih gain saham perbankan. Syaratnya, investor harus selektif dan sabar dalam mengoleksi.

Pelatih Persib Ragukan Kondisi Bek Asal Suriah

Headline

Menjelang tur Kalimantan yang bakal dilakoni Persib Bandung, pelatih Djadjang Nurdjaman masih meragukan performa bek tengah Naser Al Sebai. Kondisi pemain berusia 28 tahun itu belum stabil.

Maung Bandung dijadwalkan bakal menghadapi dua tim asal Kalimantan, yakni Barito Putra pada 26 Juli dan Persiba Balikpapan 29 Juli mendatang.

Bakal mendapat perlawanan sengit dari dua tim Kalimantan, Persib mendapat masalah di lini pertahanan. Salah satu bek tangguh mereka, Naser belum bisa beradaptasi dengan waktu di Indonesia.

Djadjang mengatakan kalau kondisi fisik pemain asal Suriah itu masih mengkhawatirkan. Sebelumnya, Naser pulang ke Suriah dan berlatih fisik sendirian selama di kampung halamannya.

"Saya masih mempertimbangkan untuk memainkan Naser saat lawatan Persib ke Kalimantan. Kondisinya belum stabil sejak kembali ke sini. Kalau dia mau bermain, maka Naser harus menstabilkan kondisinya,

Mantan pemain Tripollo SC itu sudah menjalani 19 pertandingan dengan mencetak satu gol bersama Persib di Liga Super Indonesia (ISL). Naser mencetak gol saat Persib melawan Persepam Madura.

Selasa, 16 Juli 2013

Freeport Tetap Kaji Terus Opsi IPO

Headline

PT Freeport Indonesia tengah melakukan kajian penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) untuk segera melantai di bursa Indonesia.

"Wacana IPO terus dikaji secara internal," ujar Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia Daisy Primayanti di Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Thamrin Sihite juga sudah membenarkan rencana Freeport Indonesia untuk melepas saham perdananya ke publik sebagai bagian dari proses perpanjangan kontrak karya (KK).

"Katanya (Freeport) rencana IPO. Jadi saham itu masuk pasar. Ini yang diminta Frepoort dan ini yang pemerintah masih bagaimana posisinya," ujar Thamrin.

Sampai saat ini, Freeport belum merinci prosentase saham yang akan dilepas ke publik. Ssaat ini sebanyak 90,64% saham Freeport dimiliki oleh Freeport McMoran Copper & Golden Inc.

Sementara, sisanya sebesar 9,36% sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Freeport-McMoRan akan melepas 10,64% saham lagi kepada pihak nasional, tapi tidak melalui IPO.

Inilah Kinerja Yahoo Kuartal Kedua Tahun Ini

Headline

Yahoo Inc akan meningkatkan investasi untuk melengkai kemudahan teknologi dan video sehingga akan dapat memenangkan persaingan dalam bisnis display iklan.

Pada kuartal kedua tahun ini, laba Yahoo mencapai US$331,15 juta atau 30 sen per saham. Pada periode yang sama tahun lalu, laba hanya US$226,6 juta atau 18 sen per saham. Untuk pendapatan termasuk biaya akuisisi trafik mencapai US$1,07 miliar dari US$1,08 miliar. Hasil survei, pasar mengharapkan laba mencapai 30 sen per saham dengan pendapatan US$1,08 miliar.

Biaya bisnis bergambar Yahoo yang mendukung pendapatan tidak termasuk biaya akuisisi trafik turun 11 persen dari US$423 juta dari tahun sebelumnya. Pendapatan iklan US$403 juta atau turun 5%.

"Program akuisisi untuk memperbaiki kelemahan iklan display dan perusahaan akan meningkatkan situs menambah konten dan menawarkan format baru kepada mitra usaha," kata CEO Yahoo Inc, Marissa Mayer.

Pernyataan tersebut membantu mengangkat saham Yahoo naik 1% hingga akhir perdagangan. Saham Yahoo sempat tertekan 1,6% dengan adanya perkiraan laba akan menurun untuk tahun ini. Sebab pendapatan iklan tidak setinggi pada semester pertama.

Untuk kuartal ketiga, perseroan memperkirakan dapat meraih pendapatan termasuk biaya akuisisi trafik di kisaran US$1,06 miliar hingga US$1,1 miliar. Sedangkan Wall Street memprediksi dapat meraih US$1,12 miliar.

Mimpi Gita Wirjawan Terganjal Daging & Cabai

Headline

Pasca-penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Juni lalu, secara konsisten sejumlah harga bahan pokok melangit. Presiden pun dibuat geram atas kondisi ini. Mendag Gita Wirjawan meradang.
Takdir politik seseorang kerap dipengaruhi oleh momentum. Banyak peristiwa sejarah yang mengkonfirmasi tentang hoki politisi akibat momentum. Namun tidak sedikit pula, karir politik seseorang jeblok dikarenakan momentum yang tidak tepat.
Untuk yang terakhir itu seolah menggambarkan kondisi yang dialami Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Di tengah upaya positioning sebagai kandidat presiden dalam Pemilu 2014 mendatang, debut Gita justru tak menunjukkan kelasnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Perdagangan yang bertanggungjawab atas stabilitas komoditas bahan pokok di masyarakat, kebijakannya terbukti tak jitu. Beberapa komoditas seperti daging sapi, cabai, bawang harganya melangit. Situasi ini pun membuat marah Presiden SBY pada akhir pekan lalu.
Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menilai kemarahan Presiden SBY terhadap menteri kurang keras. Hal itu terbukti tidak ada jalan keluar yang digulirkan para menteri akibat naiknya sejumlah komoditas di masyarakat. "Bahkan saya melihat pemerintah terlalu sibuk mengganteng-gantengkan dan mematut-matutkan diri di hadapan pemilu 2014," kata Pramono di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (16/7/2013).
Pramono mempersilakan menteri yang berkeinginan maju dalam Pemilu Presiden 2014. Hanya saja, politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar menteri berkonsentrasi pada tugas pokoknya. "Jika seorang menteri tak lagi bisa menjalankan tugasnya, ya ganti saja," cetus Pramono tanpa merinci siapa menteri yang dimaksud.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan wajar bila Presiden SBY marah terhadap para menteri terkait melambungnya harga daging. "Wajar Presiden marah. Karena Bulog sudah putuskan pada 13 Mei untuk impor, seharusnya perizinan seminggu selesai, nyatanya 26 Juni baru muncul," kata Hatta awal pekan di kantor Kementerian Perekonomian di Jakarta.
Sebelumnya Menteri Perdagangan Gita Wirjawan meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena kenaikan harga komoditas belum dapat diredam hingga saat ini. "Saya mohon maaf bila penaikan harga ini sudah sangat signifikan. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan pasok. Terutama daging sapi, bawang merah dan cabai rawit," kata Gita di sela-sela kunjungannya di di Masjid Istiqlal, Senin (15/7/2013).

Kamis, 11 Juli 2013

Asing Beli Saham, IHSG Menguat 0,75% ke 4.639,18

Headline

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,75% ke level 4.639,18 pada perdagangan saham Jumat (12/7/2013).

Kenaikan IHSG diikuti kenaikan indeks saham LQ45 sebesar 0,91% ke level 778,51. Disusul indeks saham JII sebesar 0,24% ke level 634,6. Indeks saham ISSI menguat 0,34% ke level 156,58. Sebagian besar sektor saham menguat pada perdagangan saham hari ini kecuali sektor saham agri melemah 0,61% ke level 1.839,52.

Sektor saham keuangan menguat 1,95% ke level 589,64, sektor saham industri dasar menguat 0,63% ke level 547,74, dan sektor saham properti menguat 0,44% ke level 434,9.

Analis PT Samuel Sekuritas, Benedictus Agung mengatakan, IHSG akan bergerak sideaways seiring minimnya sentimen positif baru. Namun, saham grup Astra yang terkoreksi dalam beberapa hari akan berpotensi menguat. Support indeks saham berada di level 4.991 dan resistance 5.020.

Bursa saham Asia dibuka flat seiring sentimen positif dari bursa saham Amerika Serikat dan komoditas terkompensasi dari data consumer price index ex-fresh food Jepang yang cukup mengecewakan pada Maret. Harga minyak pagi ini terkoreksi tipis 0,26% ke level US$93,4 per barel.

Saham-saham yang menguat pada perdagangan saham hari ini antara lain sektor saham GMTD menguat 14,63% ke level Rp9.400, saham GGRM menguat 1,39% ke level Rp47.200, saham INTP menguat 1,52% ke level Rp23.300, saham BBRI menguat 4,63% ke level Rp7.900, saham ICBP menguat 2,28% ke level Rp11.200, dan saham TLKM menguat 1,71% ke level Rp11.850.

Pada perdagangan saham hari ini, ada 105 saham menguat, 81 saham stagnan, dan 27 saham melemah. Total volume perdagangan saham sekitar 336,46 juta saham dengan nilai transaksi Rp562,43 miliar. Investor asing melakukan aksi beli bersih senilai Rp96,66 miliar.

Saham BBKP, KLBF dan MPPA Jadi Pilihan

Headline

Dalam 2-3 hari ke depan, Astronacci menargetkan peluang penguatan IHSG hingga level resistance 4.936. Saham BBKP, KLBF dan MPPA jadi pilihan. Seperti apa?
Pada sesi pertama perdagangan Jumat (12/7/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 6,23 poin (0,14%) ke posisi 4.610,456.
Abdul Aziz, analis teknikal PT Astronacci Internasional mengatakan, pergerakan IHSG berhasil mengkonfirmasi pembentukan bottoming tepat pada 9 Juli 2013 sesuai dengan ekpektasi pada beberapa hari sebelumnya. “Hal ini yang merupakan salah satu trigger yang mengantarkan harga menuju ke arah penguatan dengan tingkat volume yang relatif stabil,
Selain itu, lanjut dia, IHSG dalam waktu 2-3 hari ke depan akan segera memasuki potensi pembentukan pola inverted had and shoulder yang memberikan sebuah indikasi akan adanya penguatan harga. “Harga berpeluang menguat menuju ke target level resistance 4.936,
Level penguatan ini, lanjut dia, akan segera tercapai pada saat harga memasuki siklus Uranus Retrogade pada 17 Juli 2013. “Karena itu, Anda dapat memanfaatkan potensi penguatan tersebut dengan melakukan pembelian saham-saham pilihan Anda dengan tetap selalu memperketat risk and management,
Dalam momentum pergerakan harga saat ini, Aziz melihat ada beberapa saham yang layak untuk diperhatikan. Saham-saham tersebut adalah PT Bank Bukopin (BBKP), PT Kalbe Farma (KLBF) dan PT Matahari Putra Prima (MPPA).
Secara terpisah, Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, sebagai reaksi terhadap pidato Chairman The Fed kemarin, Dow Jones Industrial Average (DJIA) semalam ditutup dengan rekor penutupan tertinggi terbaru di 15.460,92. “Meskipun demikian, pagi hari ini, Indeks dari bursa di kawasan regional Asia terlihat hanya bergerak mixed
Variatifnya bursa Asia, kata dia, setelah kenaikan 169,26 poin (1,1%) yang terjadi pada DJIA tersebut dianggap sudah merefleksikan kenaikan yang terjadi pada bursa Asia kemarin.
Lebih jauh Satrio menjelaskan, setelah kemarin IHSG naik 2,8% dan ditutup di kisaran resistance 4.600-4.650. “Hari ini, harapan berlanjutnya kenaikan IHSG sepertinya hanya bisa terjadi jika pemodal asing kembali melakukan aksi beli dalam jumlah yang cukup signifikan
Sebab, kenaikan BI Rate 50 basis poin yang dilakukan oleh Bank Indonesia kemarin, sentimennya cenderung negatif mengingat kenaikan tersebut diatas prediksi konsensus pasar yang hanya memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin.
Pada perdagangan kemarin, kata dia, saham-saham yang selama periode krisis kemarin menjadi penggerak utama IHSG, seperti TLKM dan UNVR, memang sudah mampu menembus resisten dari flat range-nya. Karena itu, masih memperlihatkan potensi kenaikan yang cukup.
Akan tetapi, Satrio menggarisbawahi, kenaikan BI Rate telah mulai memancing aksi profit taking pada saham-saham properti dan konstruksi. “ Apakah pemodal asing masih akan terus melakukan akumulasi pada saham perbankan di tengah kenaikan 50 basis poin pada BI Rate, adalah pertanyaan utama kita untuk hari ini,
Di atas semua itu, Satrio memperkirakan, IHSG hari ini akan bergerak variatif dengan kisaran 4.550–4.650 sebagai kisaran utama. “Hanya penembusan atas resistance 4.650 yang akan membuka potensi kenaikan hingga 4.750–4.825,

Selasa, 09 Juli 2013

Jelly Bean Akhirnya Langkahi Kekuasaan Gingerbread

Headline

 Gingerbread cukup lama menjabat sebagai penguasa versi Android. Kini si 'kue jahe' itu telah turun tahta digantikan Jelly Bean yang kini menjadi penguasa baru.

Seiring menantinya hadirnya versi 4.3 Android Jelly Bean, laporan terbaru mengungkap bahwa kini Jelly Bean menjadi versi Android yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Ini sebuah pencapaian baik bagi Jelly Bean mengingat lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyalip Gingerbread. Android 4.1 Jelly Bean pertama kali diumumkan pada Juni 2012, sementara versi 4.2 Android menghentak pasar pada Oktober silam.

Menurut data platform terbaru yang dirilis oleh Google berdasarkan penelitian perangkat yang mengakses Google Play, Android 4.0 alias Ice Cream Sandwich tetap berada di posisi ketiga dengan 23,3% pangsa pasar, seperti dinukil dari AndroidOS.
Sementara itu angka Gingerbread terus menurun seiring hadirnya banyak perangkat Jelly Bean di pasar.

Data ini secara resmi menempatkan Jelly Bean sebagai versi Android yang paling populer saat ini, paling tidak di antara perangkat yang mengakses Google Play.

Kembangkan Bursa, OJK Serap 12,07% Anggaran

Headline

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Juni 2013, baru merealisasikan anggaran pengembangan bidang pasar modal sebesar 12,07% atau Rp6,24 miliar dari total keseluruhan sebesar Rp51,76 miliar.

Dewan Komisioner Bidang Pasar Modal, Nurhaida mengatakan realisasi anggaran disemester pertama tahun ini masih kecil. Sebab masih dalam mempersiapkan pengembangan organisasi beserta infrastruktur.

"Kita juga kan baru dan dalam tahap transisi, kita masih melakukan pemeriksaan yang bersifat rutin dan baru membuat program-program. Sehingga dananya tidak besar yang terpakai," kata Nurhaida di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (9/7/2013).

Menurut Nurhaida, pemakaian anggaran pada semester kedua akan lebih besar, karena hanya tinggal merealisasikan dari program yang sudah dibuat pada semeter pertama 2013. Pada semester kedua tahun ini, OJK dapat menyerap anggaran sebesar Rp46,23 miliar dari total keseluruhan.

"Nanti semester kedua kita mulai jalan ke berbagai daerah, melakukan sosialisasi pasar modal, pengembangan akses dan pemeriksaan langsung ke daerah. Jadi butuh biaya yang besar,

AUTO Getol Berekspansi

Headline

Pada semester I-2013, pendapatan PT Astra Otopart (AUTO) naik 34,6%, dari Rp4,16 triliun (Semester I-2012) menjadi Rp5,6 triliun. Sebagian besar pendapatan itu (90%) diperoleh dari pasar dalam negeri. Sisanya dari pasar ekspor.
Perusahaan ini tergolong agresif dalam melakukan aksi korporasi. Sebelumnya AUTO telah menjalin kerjasama dengan Toyota Gosei Co Ltd. Melalui PT Toyota Gosei System Indonesia, ia menginvestasikan Rp80 miliar untuk membangun pabrik baru.
Dengan aksi itu, AUTO kelak akan mampu memproduksi 1,6 juta unit setir mobil (dari 800 ribu) dan 1,5 juta unit air bag (dari semula hanya 300 ribu unit).
Pekan lalu, sebuah kerjasama juga dijalin dengan Pirelli Tyres untuk membangun pabrik ban. Kelak, pabrik ban yang menelan investasi Rp1,3 triliun itu akan memproduksi 7 juta unit ban sepeda motor.

Nasib Saham Pembiayaan di Tengah Ancaman BI Rate

Headline

Lambungan inflasi pascakenaikan harga BBM bersubsidi memicu ekspektasi kenaikan BI rate. Laba emiten mulfinance pun dikhawatirkan tergerus. Bagaimana nasib sahamnya?
Pada perdagangan Selasa (9/7/2013) saham PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) turun Rp300 (3,61%) ke Rp8.000; PT Clipan Finance Indonesia (CFIN) turun Rp5 (1,23%) ke Rp400; PT Tifa Finance (TIFA) stagnan di Rp230; PT Mandala Multifinance (MFIN) bergeming di Rp700;
PT BFI Finance Indonesia (BFIN) stagnan di Rp2.050; PT Trust Finance Indonesia (TRUS) turun Rp5 (1,08%) ke Rp455; PT Wahana Ottomitra Multiarha (WOMF) turun Rp2 (1,02%) ke Rp194 dan PT HD Finance (HDFA) menguat Rp5 (2,08%) ke Rp245.
Yusuf Nugraha, analis riset Trust Securities mengatakan, pangsa pasar emiten sektor multifinance secara umum bergerak di sektor pembiayaan otomotif. “Dari sisi inflasi, sektor bisnis ini terancam oleh kenaikan BI rate seiring lambungan inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi,
Menurut dia, emiten akan menyesuaikan dengan menaikan suku bunga kredit atau mempertahankannya. Multifinance akan mempertimbangkan itu untuk meng-cover kenaikan BI rate. “Apalagi, setelah BI menaikan suku bunga ke 6%, kemungkinan besar lonjakan inflasi akan terjadi Juli ini,
Dia memperkirakan, ada upaya dari BI untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya . “Saya perkirakan, BI rate berpeluang naik ke 7% hingga akhir tahun untuk menekan inflasi yang diprediksi naik ke 8% dari 5,90% per Juni 2013
Hanya saja, dia menggarisbawahi, multifinance bisa saja tidak menaikkan suku bunga pembiayaannya karena akan memberatkan konsumen dan akan berbuah jadi kredit macet. Konsekuensinya, laba emiten akan tergerus. “Meskipun, untuk semester I-2013, belum akan berdampak banyak karena baru pada tahap penyesuaian pascakenaikan harga BBM,
Dari sisi Price to Earnings Ratio (PER), berdasarkan kinerja kuartal I-2013, ADMF berada di level 7,11 kali dari PER industri 19,64 kali. Yang paling mahal adalah HDFA di level 83,40 kali, karena pendapatannya kecil. “TIFA 7,86 kali, CFIN 4,63 kali, MFIN 7,86 kali, BFIN 7,33 kali, TRUS 10,76 kali, dan WOMF 13,06 kali,
Secara teknikal, lanjut Yusuf, kebanyakan saham-saham multifinane, bergerak datar dan tidak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. “Dibandingkan perbankan, lebih menarik saham-saham bank yang trennya cenderung naik meski bank juga terpengaruh suku bunga
Di sektor multifinance, saham ADMF relatif stabil pergerakannya. Tren pergerakan harganya masih sideways (mendatar). Pasar belum mendukung kenaikan saham ini. “Dalam sepekan ke depan, ADMF masih datar dalam kisaran support di Rp8.000-8.100 hingga resistance Rp8.200-8.300. Saya rekomendasikan hold untuk ADMF,
Begitu juga dengan CFIN yang tren pergerakan jangka panjangnya masih sideways sejak 2012. Tapi untuk jangka pendek dari indikator paraboliknya cenderung turun dalam tiga hari ke depan dengan support di Rp380-390 dan resistance Rp420-450. “Hold saja untuk CFIN dengan harapan kenaikan pada Desember 2013,
Begitu juga dengan TIFA yang masih sideways jangka panjang. Dalam tiga hari ke depan, support TIFA di Rp230-240 dan resistance Rp245-250. Trading buy untuk TIFA untuk jangka pendek. “Sebab, jika tembus Rp250, TIFA punya tenaga penguatan ke level yang lebih tinggi karena indikator paraboliknya menunjukkan kenaikan,
Sementara itu, MFIN berada dalam tren turun jangka pendek. Untuk jangka pendek, saham ini tidak punya pola pergerakan teknikalnya. Tapi, bisa beli untuk jangka panjang karena ada potensi penguatan ke Rp800 dalam 1-2 bulan. “Sebab, tren jangka panjangnya naik sejak Februari,
BFIN, tren jangka pendeknya masih naik tapi tren jangka panjangnya cenderung sideways sejak 2012. Jangka pendek, tiga bulan trennya naik. Dalam tiga hari ke depan, target resistance BFIN Rp2.225-2.300. “Trading buy untuk BFIN,
Saham TRUS, tak mengalami pergerakan sama sekali sejak awal tahun sehingga tidak punya tren dan pola teknikalnya di level Rp460. “Hindari dulu untuk saham TRUS,
WOMF dinilai Yusuf cukup menarik. Sebab, tren jangka pendek dan jangka panjangnya sudah mulai naik sejak Maret 2013. “Support WOMF di Rp185-190 dan resistance Rp210-235. Jika tembus ke atas Rp235, target harga berikutnya Rp245-250 dalam 1 bulan. Trading buy WOMF,
HDFA sideways jangka panjang dalam kisaran Rp200-300. Trading buy untuk jangka pendek. “Untuk jangka panjang tidak menarik,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons