Selasa, 30 April 2013

Laba Alam Sutera Q3 Naik 17,2%


Headline

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) alami peningkatan laba per Maret 2013 sebesar 17,22% menjadi Rp404,85 miliar atau Rp20,60 per saham.
Hal inidibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp345,35 miliar atau Rp17,58 per saham.
Laporan keuangan Rabu (1/5/2013) menyebutkan, pendapatan usaha naik menjadi Rp901,79 miliar, YoY dari Rp674,67 miliar dan beban pokok naik menjadi Rp350 miliar, YoY dari Rp260,92 miliar.
Laba kotor mencapai Rp551,78 miliar, YoY dari Rp413,75 miliar dan beban usaha naik menjadi Rp61,85 miliar,YoY dari Rp42,29 miliar. Laba usaha sebesar Rp489,93 miliar, YoY dari Rp371,46 miliar.
Sementara beban lain-lain mencapai Rp41,09 miliar, YoY dari Rp6,29 miliar. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp448,83 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp377,75 miliar.

Rupiah Bergerak Melemah Hari Ini


Headline

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta sempat bergerak menguat sebesar dua poin menjadi Rp9.718 pagi ini sebelum akhirnya kembali ke posisi Rp9.720 per dolar AS pada pukul 10:00 WIB.
"Adanya kenaikan BBM subsidi itu akan membuat defisit neraca perdagangan Indonesia menurun sehingga dampaknya terhadap nilai tukar rupiah akan positif," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (1/5/2013).
"Pelaku pasar masih menunggu terhadap laju pertumbuhan ekspor diharapkan dapat membaik," katanya. Meski demikian, lanjut dia, pergerakan nilai tukar rupiah masih dibayangi sentimen negatif eksternal dari penurunan penjualan ritel Jerman yang di bawah estimasi, meski di sisi lain terjadi kenaikan pada kepercayaan konsumer.
"Apalagi sentimen itu diperburuk oleh data tingkat pengangguran kawasan negara Euro yang meningkat,
Sementara pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah cenderung flat, karena Bank Indonesia masih menjaga mata uang domestik.
"Penjagaan BI itu membuat nilai tukar rupiah bergerak mendatar,.
Rully mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan membuat nilai tukar domestik menguat, kondisi itu dikarenakan defisit neraca perdagangan Indonesia nantinya diperkirakan menurun.
Namun, kenaikan harga BBM subsidi ditunda menunggu APBN-P. Presiden mensinyalkan setujui kenaikan harga BBM subsidi asalkan disertai dengan perubahan APBN (APBN-P) yang mengakomodir bantuan tunai langsung (BLT) sebagai kompensasi bagi masyarakat pendapatan rendah.
Pengajuan APBN-P tampaknya baru akan dilakukan pada pekan kedua Mei, dan pembahasan diperkirakan memakan waktu 1 bulan, sehingga diperkirakan kenaikan harga BBM akan dilakukan paling cepat pada Juni.
Menurut Lana Soelistianingsih dari Samuel Sekuritas, berdasarkan pengalaman Maret 2012, ketika DPR akan memutuskan kenaikan harga BBM, terjadi demonstrasi anti kenaikan harga BBM di luar gedung. Pemerintah pun memutuskan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi.
“Gelagatnya tampaknya serupa sehingga kemungkinan kenaikan ini bisa saja kembali gagal dilakukan untuk tahun ini. Sayangnya ekspektasi inflasi terus berjalan menjadi tambahan inflasi yang tidak perlu sebagai antisipasi inflasi (anticipated inflation) sebelum diumumkan harga baru,”ujarnya.
Terkait hal ini, Lana pun memperkirakan rupiah hari ini akan melemah tipis di kisaran di Rp.9.735 s.d Rp.9.740 per dolar AS

BEI Terus Dorong Perusahaan Domestik untuk IPO

Headline

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong perusahaan domestik untuk masuk ke dunia pasar modal, guna meningkatkan kinerja perusahaan.

Direktur Pengembangan BEI Friderica Widyasari mengatakan, bursa mendorong berbagai perusahaan dengan menggandeng asosiasi yang menaungi perusahaan.

"Kita sudah kerja sama dengan Kadin, Apindo, Hipmi dan lainnya agar perusahaan yang bernaung di sana bisa mencatat di bursa," kata Friderica di gedung BEI, Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Menurut dia, upaya yang sudah dilakukan BEI,seperti memasukkan perusahaan yang berpotensi ke dalam daftar target, dan berbagai sosialisasi. "Kita mengelist perusahaan-perusahaan mana, pendekatan dan sosialisasi BEI,

Lebih lanjut dia mengatakan, BEI memiliki target perusahaan yang melalukan Penawaran Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) di tahun ini sebanyak 30 perusahaan. Hingga kini baru tujuh perusahaan yang IPO.

"Waktu dulu asosiasi menjamin akan ada perusahaan yang bisa IPO, tapi saat ini tidak menjamin,

BRMS Rugi US$7,95 Juta pada Q1-2013

Headline

PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$7,95 juta pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya untung US$62,871.

Pendapatan perseroan turun menjadi US$6,32 juta pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$7,03 juta. Beban usaha perseroan turun menjadi US$2,43 juta pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$3,33 juta. Laba usaha perseroan naik tipis menjadi US$3,88 juta pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$3,69 juta.

Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bunga signifikan menjadi US$3,82 juta pada kuartal pertama 2013 dari periode sama sebelumnya US$1,17 juta. Meski demikian, perseroan mencatatkan rugi kurs menjadi US$1,21 juta pada kuartal pertama 2013 dari periode saham tahun sebelumnya untung US$3 juta. Selain itu, perseroan mencatatkan beban bunga dan keuangan naik menjadi US$18,79 juta pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$14,20 juta. Perseroan juga mencatatkan rugi atas entitas asosiasi menjadi US$3,77 juta pada kuartal pertama 2103 dari periode sama tahun sebelumnya untung US$2,18 juta.

Perseroan mencatatkan rugi per 1.000 saham menjadi 0.31 pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 0,0025.Total liabilitas perseroan naik menjadi US$546,86 juta pada 31 Maret 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar US$529,64 juta. Ekuitas perseroan turun menjadi US$1,44 miliar pada 31 Maret 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar US$1,45 miliar. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi US$8,22 juta pada 31 Maret 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar US$6,85 juta.

Pada perdagangan saham Rabu (1/5/2013) pukul 11.09 WIB, saham BRMS naik 1,49% ke level Rp340 per saham.

Senin, 29 April 2013

Tunggu Kabar dari Italia, Bursa AS Naik


Headline

Bursa saham AS pada awal perdagangan Senin (29/4/2013) menguat. Meskipun data belanja konsumen bulan Maret lebih rendah.

Indeks Dow Jones naik 0,2% ke 14.748,33, indeks Nasdaq naik 0,4% ke 3.293,11 dan indeks S&P naik 0,3% ke 1.587,35. Momemtum kenaikan datang dari Eropa menjelang rencana pengumuman pemulihan ekonomi dari Italia.

Kepercayaan pasar terhadap Italia menguat setelah terbentuknya pemerintahan koalisi. Biaya pinjaman untuk obligasi 10 tahun ke titik terendah sejak Oktober 2010. Sebab pekan lalu kebuntuan politik berakhir.

Hari ini Menkeu Italia, Fabrizio Saccomani akan mempresentasikan rencana ekonomi ke parlemen. Dia berendana memotong pajak dan belanja publik dan biaya pinjaman lebih rendah. Sementara indeks FTSE naik 0,1%, indeks DAX naik 0,3%, indeks CAC naik 1%, indeks BEL naik 0,2%, Indeks IBEX naik 1,2%.

Belanja konsumen bulan Maret hanya naik 0,2% dari 0,7% dari Februari. Data yang dirilis Departemen Perdagangan AS, Senin (29/4/2013), mengindikasikan pertumbuhan pendapatan konsumen lebih rendah.

Sementara belanja konsumen merupakan mesin utama pertumbuhan ekonomi. Saat warga AS membeli lebih banyak barang dan jasa, bisnis menghasilkan penjualan lebih tinggi. Demikian juga dengan laba perusahaan sehingga mampu mempekerjakan orang.

Pendapatan yang diperoleh orang AS naik 0,2% bulan Maret. Dengan pertumbuhan pendapatan yang terus berpacu dengan pengeluaran, tingkat tabungan AS berada di level 2,7% yang telah bertahan untuk dua bulan terakhir.

Dengan kondisi tersebut, para ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal kedua akan lebih lemah. Pada kuartal pertama tahun ini pertumbuhan ekonomi sebesar 2,5% dan berpotensi menjadi 1,8%.

Pendapatan AKRA Topang Laba Bersih Jadi Rp150,5 M

Headline

 Pada kuartal I tahun ini, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) meraih penjualan dan pendapatan sebesar Rp5,4 triliun dan laba bersih Rp150,5 miliar.

Penjualan tersebut naik dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp5,1 triliun. Namun kenaikan juga terjadi pada beban pokok penjualan menjadi Rp5,1 triliun dari Rp4,8 triliun. Untuk itu perseroan mencatat laab bruto menjadi Rp312,6 miliar dari Rp304,6 miliar.

Beban usaha perseroan juga mengalami kenaikan Rp110,7 miliar dari Rp71,8 miliar. Untuk itu laba usaha menjadi Rp187 miliar atau turun dari Rp211,3 miliar pada kuartal pertama 2012.

Untuk laba sebelum pajak sebesar Rp188,2 juta dari Rp206,2 miliar. Namun laba bersih mengalami kenaikan menjadi Rp150,5 miliar dari Rp143,5 miliar.

Sedangkan aset perseroan mencapai Rp11,4 triliun dari Rp11,7 triliun per 31 Desember 2012. Sedangkan total liabilitas perseroan menurun menjadi Rp7,1 triliun dari Rp7,5 triliun.

Waspada IHSG Balik Arah, Mainkan 12 Saham!


Headline

Laju IHSG Selasa (30/4/2013) diharapkan bertahan di zona positif seiring imbas dari bursa saham global. Tapi, pasar harus tetap waspada terhadap potensi downreversal.
Pada perdagangan Senin (29/4/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 21,25 poin (0,43%) ke angka 4.999,752. Intraday terendah 4.981,211 dan tertinggi 5.001,887. Volumeperdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, tidak ingin melanjutkan pelemahannya, IHSG berhasil bangkit. “Apalagi, dengan masih adanya dorongan daya beli terhadap saham-saham yang telah melemah sebelumnya,” katanya kepadaINILAH.COM, di Jakarta, Senin (29/4/2013).
Meski mengalami kenaikan, Reza menggarisbawahi, dari laju selama intraday terlihat bahwa IHSG cenderung bergerak sideways. “Dorongan beli juga mendapat dukungandari transaksi asing sehingga IHSG mampu bertahan di zona positif hingga akhir sesi meski hanya sebentar berada di level psikologis 5000-an,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut dia, pergerakan bursa saham Asia yang variaitif pun turut mempengaruhi laju IHSG.
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Selasa (30/4/2013) IHSG berada pada support 4.972-4.987 dan resistance 5.006-5.015. “Indeks berpola menyerupai hammer di atas middle bollinger bands (MBB),” ujarnya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung turun tipis dengan histogram negatif yang memanjang. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic cenderung turun dari area overbought.
Akhirnya, kata dia, IHSG berhasil tutup di atas target resistance 4.996-5.015 meski untuk level tertingginya belum mendekati target resistance kedua tersebut. “Masih adanya daya beli setidaknya mampu menahan penurunan IHSG meskipun belum terlalu signifikan,” tuturnya.
Dia menyarankan, agar pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi downreversal. “Diharapkan masih ada imbas positif dari bursa saham global, terutama di akhir bulan ini sehingga bisa mempertahankan IHSG di zona positifnya,” papar dia.
Di atas semua itu, dia menyodorkan 12 saham sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT Surya Semesta Internusa (SSIA), trading buy dengan support Rp1.510-1.530, resistance Rp1.590-1.610, dan target harga Rp1.600. “Hammer lewati MBB. RSI mulai upreversal,” ungkap Reza.
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), trading buy dengan support Rp4.875-4.925, resistance Rp5.000-5.050 dan , dan target harga Rp5.050. “Hanging man di atas MBB,” papar dia.
PT Bank Central Asia (BBCA), trading buy dengan support Rp10.700-10.950 resistance Rp11.150-11.350, dan target harga Rp11.250. “Bullish harami bertahan di atas MBB,” tuturnya.
PT Holcim Indonesia (SMCB), trading buy dengan support Rp3.550-3.600 resistance Rp3.725-3.750, dan target harga Rp3.725. “Double spinning dekati MBB. RSI upreversal,” kata Reza.
Saham-saham lainnya, PT Intiland Development (DILD) dalam kisaran Rp560-630, trading sell jika Rp580 gagal bertahan; PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran Rp1.350-1.400, trading buy selama di atas Rp1.370;
PT Multipolar Corporation (MLPL) dalam kisaran Rp560-610, trading buy selama di atas Rp570; PT Ciputra Surya (CTRS) dalam kisaran Rp3.200-3.350, trading sell jika Rp3.225 gagal bertahan; PT Supra Boga Lestari (RANC) dalam kisaran Rp890-980, trading buy selama di atas Rp930;
PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp17.500-18.200, trading sell jika Rp17.700 gagal bertahan; PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp6.300-6.650, trading buy selama di atas Rp6.450; dan PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp18.000-18.600, trading buy selama di atas Rp18.250.

Inilah Saham Pilihan Selasa (30/4/2013)

Headline

 IHSG pada perdagangan Selasa (30/4/2013) berpotensi menguat dengan kisaran 4.950-5.050.

Hal itu terindikasi dari penutupan perdagangan kemarin yang menghasilkan signal golden cross pada indikator stochastic. Untuk saham pilihan seperti BTPN, BDMN, PTPP, ISAT, WIKA dan SMCB. Demikian mengutip hasil riset ETrading Securities, Senin (29/4/2013).

Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham MAIN dan BDMN. Untuk saham MAIN berkonsolidasi di persimpangan jalannya. Konsolidasi antara 2700 – 2975 memberikan peluang naik dan turun yang sama besar bagi MAIN.

Jika MAIN mampu menguat menembus 2975, saham ini berpeluang melanjutkan kenaikannya menuju 3200 dengan minor target 3100. Momentum kenaikan yang terjaga akan mendorong kenaikan menuju all time high 3375.

Sebaliknya jika MAIN gagal bertahan di atas 2700, maka MAIN mengkonfirmasi pembentukan pola head & shoulder dengan target penurunan ke 2125 dengan minor target 2400. MACD mendatar menunjukkan saham ini berada di akhir konsolidasinya. Saham MAIN disarankan tahan jika menembus level 2975 dan jual jika menyentuh level 2700.

Untuk saham BDMN yang menguat cukup signifikan diiringi MACD yang golden cross. Jika BDMN mampu menembus resisten di 6400, saham ini berpeluang mengakhiri konsolidasinya dan menguat menuju 6900 dengan minor target 6550. Level 6900 merupakan resisten kuat.

Jika level ini juga dapat dilampaui, maka BDMN berpeluang mencetak rekor harga tertinggi barunya. Untuk saham disarankan beli jika menyentuh 6400 dengan stoploss di 6150.

Kamis, 25 April 2013

Indeks S&P dan Nasdaq Berada di Level Terbaik


Headline

Indeks Nasdaq dan indeks S&P berakhir ke level tertinggi pada Jumat (26/4/2013) dini hari. Indeks mendapat dukungan dari laba kuartalan dan data tenaga kerja AS.

Indeks sempat berbalik arah setelah menembus level tertinggi. Investor merespon pernyataan Gubernur Federal Reserve AS, Ben Bernanke tentang kerentanan pasar. Untuk itu regulator harus mewaspadai kondisi tersebut. Bernanke menyatakan hal tersebut dalam pertemuan panel Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan.

Indeks Dow naik tipis 0,1% ke 14.700,80, indeks S&P naik 0,4% ke 1.585,16 dan indeks Nasdaq naik 0,6% ke 3.289,99. "Kami sedang mendekati level baru seperti yang kita dorong sepanjang masa. Orang hati-hati, sedikit ragu-ragu dan dengan sisi negatif yang lebih besar," kata Beith Bliss dari Cuttone & Co seperti mengutip cnbc.com. Pada saat bersamaan investor juga terpengaruh sikap Bundesbank Jerman yang menolak lagi program Transaksi Moneter Langsung (OMT).

Indeks Dow menguat setelah mendapat dukungan dari penguatan tajam saham Verizon Wireless meskipun tertahan dengan penurunan saham 3M. Sedangkan indeks S&P dan indeks Nasdaq melanjutkan reli untuk kelima kalinya. Ini sebagai penguatan terbaik sejak November tahun 2012.
Indeks S&P mendapat dukungan dari kenaikan saham sektor telekomunikasi dan sektor material. Sedangkan saham sektor energi mengalami pelemahan.
Sementara data jumlah pekerja AS yang mengajukan klaim penganggruan turun 16.000 menjadi 339.000 per 20 April 2013. Angka penurunan tersebut merupakan level terendah sejak awal Maret. Sementara perkiraan analis klaim tersebut akan menjadi 350.000.

Apa Saja Saham Pilihan Akhir Pekan?

Headline

IHSG pada perdagangan Jumat (26/4/2013) dengan pelemahan terbatas berpotensi mengalami penguatan ke resisten baru di 5.026.

Pada perdagangan kemarin, tekanan jual lokal akibat ketakutan menjelang kenaikan BBM untuk mobil pribadi mendorong IHSG turun lagi pascakenaikan sesi pagi di atas 5.000. Demikian mengutip hasil riset analis saham senior HD Capital, Yuganur Wijanarko, Kamis (25/4/2013).

IHSG berakhir negatif ke level 4.994,52 setelah melemah 17,08 poin atau 0,3% pada perdagangan kemarin. Volume perdagangan mencapai 6,7 miliar saham senilai Rp7,02 triliun. Investor asing mengalami net sell sebesar Rp423,2 miliar.

Yuganur merekomendasikan beli saham GGRM, PGAS, ENRG dan ASII. Saham ASII dengan target harga di 7.750 dengan cut loss di 7.250. Penurunan saham ASII ke 7.500 hanya upaya biasa untuk mengambil napas. Jadi rekomen akumulasi untuk rebound.

Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham CPIN dan BBRI. Untuk saham CPIN tengah menguji down trend resist line-nya di level 4900. Melihat posisi MACD yang telah melandai dari penurunan, penembusan resistne ini akan membuka peluang bagi CPIN untuk kembali ke level all time high-nya di 5250 dengan minor target 5100.

Jika resisten ini tidak dapat dilampaui, CPIN cenderung akan melanjutkan pelemahannya. Saham CPIN disarankan buy jika break 4900 dengan stoploss level 4700.

Untuk saham BBRI berhasil break resisten konsolidasinya di 8800 dengan dukungan volume tinggi. Hal ini mengindikasikan peluang BBRI kembali ke level all time high 9450 terbuka lebar dengan minor target 9150.

Jika BBRI mampu break all time high, maka target kenaikan selanjutnya ada di level 9900. MACD yang bergerak naik menunjukkan saham ini bergerak positif. Saham BBRI disarankan beli dengan stoploss level 8600.

Rapat BoJ Siap Pacu Aliran Dana ke Indonesia

Headline

Kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Jumat (26/4/2013) diprediksi menguat terbatas. Pasar merespons pertemuan BoJ hari ini.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, kecenderungan penguatan rupiah akhir pekan ini salah satunya dipicu oleh pasar yang mengantisipasi hasil petemuan Bank of Japan (BoJ) Jumat ini. Pertemuan tersebut, kata dia, akan mengubah aliran dana yang mendukung peningkatan demand terhadap rupiah.

Meski tidak ada ekspektasi atas perubahan suku bunga BoJ di level 0,10% pasar menunggu pernyatan BoJ untuk melihat arah kebijakan moneter selanjutnya. "Karena itu, kemungkinan rupiah akhir pekan ini akan diperdagangan dalam kisaran yang cukup sempit dengan kecenderungan menguat dalam kisaran 9.678 hingga 9.717 per dolar AS,.

Menurut Christian, pasar berekspektasi BoJ akan melanjalankan pelonggaran moneter yang agresif. "Hal ini bisa memicu aliran dana baru dari investor domestik Jepang ke Indonesia yang ingin mencari imbal hasil lebih tinggi,

Dengan pelonggaran moneter yang agresif, kata dia, akan menyebabkan yield pada obligasi Jepang masih di level rendah. "Kemungkinan, akan ada arus capital inflow ke surat obligasi seperti Indonesia yang menawarkan yield yang lebih tinggi,

Apalagi, kata dia, BI sejauh sudah memberikan dua jenis surat obligasi dengan tenor 10 tahun dan 30 tahun dengan yield masing-masing 3,625% dan 4,95%. "Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor Jepang,

Selain itu, pasar juga akan merespons estimasi awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal I-2013 yang angkanya sudah diprediksi naik 3,1%. "Tapi menurut saya akan lebih rendah di level 3%," 

PDB AS terdongkrak seiring kenaikan tingkat konsumen AS pada awal kuartal I. "Tapi, angka tersebut juga masih belum pasti karena ada kenaikan pajak payrolls AS yang sudah berlaku sejak awal kuartal I ini dan kemungkinan ini baru direspons awal pekan depan,

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS  pada kontrak harga emas di London, Kamis (25/4/2013) ditutup menguat tipis 2 poin (0,02%) ke 9.713/9.723.

IHSG Konsolidasi, Akumulasi 7 Saham Defensif


Headline

Sebelum pasar mendapat kepastian soal harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, IHSG diprediksi konsolidasi dalam kisaran 4.850-5.020. Akumulasi tujuh saham!
Pada perdagangan Kamis (25/4/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 17,08 poin (0,34%) ke posisi 4.994,523. Intraday terendah 4.962,442 dan tertinggi 5.016,035.
Pengamat pasar modal John Veter mengatakan, IHSG saat ini sedang konsolidasi. Kemarin turun, kata dia, karena laporan keuangan dari PT Astra International (ASII) yang dirilis di bawah ekspektasi, minus 7%. “Padahal, ASII memiliki bobot yang besar sehingga menyeret indeks turun dalam,
Dia menegaskan, IHSG hanya konsolidasi biasa setelah kenaikan yang cukup tinggi sejak awal 2013. Karena itu, wajar kalau IHSG konsolidasi cukup kuat. “Karena itu, tidak ada yang perlu ditakutkan karena ini merupakan koreksi minor,.
Dia memperkirakan, rentang konsolidasi IHSG berada dalam kisaran 4.850 hingga 5.020. Jika IHSG berada di atas 5.020, IHSG akan mengakhiri fase konsolidasinya dan kembali ke tren bullish. “Artinya, selama dalam kisaran tersebut, indeks masih tetap akan konsolidasi,
Dia memperkirakan, IHSG akan terus konsolidasi sampai ada kepastian dari pemerintah soal penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pasar akan menuggu hingga 2-3 Mei 2013. “Sebab, kabar yang santer beredar, harga BBM bersubsidi akan naik pada Rabu, 1 Mei 2013. Jadi, sampai ada kepastian naik atau tidak harga BBM bersubsidi, pasar akan konsolidasi seperti ini,.
Lebih jauh dia menjelaskan, jika harga BBM bersubsidi dinaikkan, mungkin akan ada sedikit koreksi. IHSG punya peluang pelemahan ke 4.700-4.600. “Jika tak dinaikkan, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan ke 5.200,
Hanya saja, dia menggarisbawahi, kalau harga BBM naik, penurunan IHSG lebih bersifat jangka pendek. “Itupun sifatnya korektif setelah IHSG naik cukup tinggi dengan menembus level psikologis 5.000,
Dia atas semua itu, dia merekomendasikan positif saham-saham yang kinerjanya diuntungkan oleh permintaan dalam negeri. Saham-saham tersebut adalah PT Semen Indonesia (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Lippo Karawaci (LPKR), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Astra Graphia (ASGR) dan PT Jasa Marga (JSMR).
“ASGR, penjualannya cukup baik walaupun laba bersihnya turun pada kuartal I-2013, tapi pada kuartal II bisa menghapus kerugian pada kuartal I,.
Dia menjelaskan, karakter saham-saham tersebut cenderung defensif. Pada saat market turun, penurunan di saham-saha tersebut akan lebih kecil daripada IHSG. Bahkan, ada potensi penguatan.
Karena itu, momentum konsolidasi IHSG bisa dimanfaatkan untuk mengakumulasi tujuh saham tersebut baik untuk trading maupun untuk investasi jangka panjang. “Soal target harga, tunggu IHSG menyelesaikan fase konsolidasinya dan apakah harga BBM naik atau tidak

Rabu, 24 April 2013

IHSG Konsolidasi, Mainkan 12 Saham!


Headline

Laju IHSG Kamis (25/4/2013) diprediksi konsolidasi seiring kekhawatiran pasar atas potensi pembalikan arah seiring indeks yang jenuh beli. Dua belas saham bisa dimainkan.
Pada perdagangan Rabu (24/4/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 36,28 poin (0,73%) ke posisi 5.011,607. Intraday terendah 4.987,104 dan tertinggi 5.011,607.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, positifnya bursa saham AS dan Eropa pascarilis beberapa emiten yang dapat mengimbangi variatifnya rilis indeks manufaktur. “Kondisi itu memberikan imbas yang baik bagi laju bursa saham Asia, termasuk IHSG yang dapat mengalami rebound seiring dengan laju bursa saham Asia lainnya,
IHSG pun, lanjut dia, kembali menyentuh dan bahkan sempat melewati level psikologis 5.000. “Akan tetapi, karena masih adanya penilaian bahwa level IHSG tersebut sudah terlalu tinggi dan kekhawatiran akan terjadinya pembalikan arah, masih ada pelaku pasar yang melakukan aksi jual memanfaatkan momen kenaikan ini,” papar dia. “Bahkan pembukaan bursa saham Eropa yang positif pun hanya sedikit berpengaruh pada IHSG.”
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Kamis (25/4/2013) IHSG berada pada support 4.976-4.994 dan resistance 5.020-5.026. “Indeks berpola menyerupai bright cloud di bawah upper bollinger bands (UBB),
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak tipis dengan histogram positif yang memendek. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic bertahan dari laju downreversal.
Dia menjelaskan, adannya perkiraan pelemahan berhasil ditepis IHSG dengan kembali ke level psikologisnya. “Bahkan indeks berhasil tutup di atas target resistance atas kami 5.010,” papar dia.
Tapi, kata dia, selama masih ada kekhawatiran akan terjadinya pembalikan arah (downreversal), IHSG pun akan cenderung terkonsolidasi sehingga akan sulit mengikuti penguatan di bursa saham global. “Semoga kenaikan ini bukanlah false signal yang dapat membuat pelaku pasar tersangkut,” tuturnya.
Di atas semua itu, Reza menyodorkan 12 saham sebagai bahan pertimbangan pelaku pasar Kamis (25/4/2013) ini. Saham-saham tersebut adalah PT Astra International (ASII), trading buy dengan support Rp7.600-7.750, resistance Rp7.900-7.950, dan target harga Rp7.900. “Dragonfly doji masih terkonsolidasi. RSI upreversal,.
PT Bank Central Asia (BBCA), trading buy dengan support Rp10.700-10.800, resistance Rp11.100-11.250, dan target harga Rp11.150. “Hammer lewati middle bollinger band(MBB),” ucapnya.
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), trading buy dengan support Rp4.675-4.725, resistance Rp4.825-4.850, dan target harga Rp4.825. “Tweezers top dekati MBB. RSI upreversal,” timpal dia.
PT Surya Semesta Internusa (SSIA), trading buy dengan support Rp1.510-1.530, resistance Rp1.570-1.580, dan target harga Rp1.570. “Bullish harami cross di bawah MBB,” tandas Reza.
Saham-saham lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp8.500-8.850, trading buy selama di atas Rp8.700; PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran Rp1.310-1.400, trading sell jika Rp1.360 gagal bertahan;
PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran Rp380-420, trading buy selama di atas Rp385; PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp1.210-1.270, trading sell jika Rp1.220 gagal bertahan; PT Bank Jabar-Banten (BJBR) dalam kisaran Rp1.190-1.260, trading buy selama di atas Rp1.220;
PT Ciputra Surya (CTRS) dalam kisaran Rp970-1.030, trading buy selama di atas Rp1.000; PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp1.250-1.310, trading sell jika Rp1.260 gagal bertahan; dan PT Bank Himpunan Saudara (SDRA) dalam kisaran Rp750-850, trading buy selama di atas Rp790.

Sambut Rilis PDB Inggris, Rupiah Siap Menanjak

Headline

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (25/4/2013) diprediksi datar cendeung menguat. Pasar berekspektasi positif atas rilis PDB Inggris.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi datarnya pergerakan rupiah dengan kecenderungan menguat salah satunya dipicu oleh pasar yang berekspektasi positif atas rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris yang hari ini. Rilis tersebut memberikan harapan bahwa ekonomi Inggirs bisa keluar dari jurang resesi.

PDB Inggris sudah diprediksi naik untuk kuartal I-2013 dari -0,3% menjadi 0,1%. "Jadi, seharusnya rupiah masih sideways dengan kecenderungan menguat dalam kisaran 9.700 hingga 9.730 per dolar AS,=.

Secara keseluruhan, dia menegaskan, seharusnya bisa sedikit menguatkan rupiah. "Tapi, pasar tidak akan melihat penguatan yang berarti,=

Sebab, sentimen global cenderung variatif dan pasar akan wait and see jelang rilis PDB AS Jumat malam. "PDB AS diprediksi positif dari 0,4% menjadi 3,1% untuk rilis pertama kuartal I-2013,=

Selain itu, data AS cukup variatif semalam. Durrable good order sudah diprediksi turun dari 5,6% menjadi -2,9% tapi core durrable goods sudah diprediksi naik dari -0,7% menjadi 0,5%. "Tapi, pasar akan lebih fokus pada durrable goods,=

Tertahannya penguatan rupiah juga karena nanti Sore, rilis tingkat pengangguran Spanyol sudah diprediksi naik dari 26% menjadi 26,5%. Di sesi Asia kemungkinan rupiah tidak banyak mengalami pergerakan. "Sebab, Australia dan New Zealand libur. Tapi, pasar akan lebih fokus ke data dari Eropa yang agak variatif,.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS  di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (24/4/2013) ditutup menguat 10 poin (0,102%) ke posisi 9.720/9.725.

Untuk Jangka Panjang, Saham CMNP Layak Beli


Headline


Meski sejak awal 2013 terkonsolidasi, saham CMNP dinilai layak beli untuk jangka panjang. Selain secara valuasi fundamental murah, rasio utang pun sangat sehat. Seperti apa?
Yusuf Nugraha, analis riset Trust Securities mengatakan, dilihat dari trennya, laju saham CMNP cenderung datar sejak awal Januari 2013 hingga saat ini. “Saham ini konsolidasi dalam kisaran support Rp1.740 dan resistance Rp1.880 berdasarkan Fibonacci Retracement,” .
Saat ada berita positif, baru memungkinkan saham ini untuk mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. “Secara teknikal, saham ini konsolidasi di garis tengah Bollinger Band sehingga pergerakannya tidak terlalu banyak,.
Namun demikian, secara fundamental, Yusuf melihat positif saham infrastruktur jalan tol ini. Menurut dia, ekspansi CMNP cukup bagus untuk menopang dari kinerjanya. “Salah satunya adalah rencana rights issue yang hasil dananya akan digunakan untuk membeli 20-30% Bank Mutiara,” tuturnya.
Dia berpendapat, jika emiten jadi mengakuisisi Bank Mutiara, bisa mendukung pendanaan untuk jangka panjang seperti perluasan jalan tol ekspansi lainnya. “CMNP bisa meminjam dana dengan mudah dari anak usahanya itu daripada meminjam dari bank lain,.
Lalu, dari sisi suku bunga pun, CMNP bisa diuntungkan. Sebab, Bank Mutiara menjadi anak usahannya dan sulit untuk melakukan tekanan dari sisi suku bunga. “Intinya, dari sisi pendanaan, CMNP nantinya akan lebih mudah dibandingkan saat ini yang belum mengakuisisi bank,.
Lebih jauh Yusuf melihat, prospek bisnis jalan tol masih cukup bagus. Apalagi, sektor jalan tol masuk kategori sektor infrastruktur. Dia merekomendasikan saham CMNP untuk investasi jangka panjang. Sebab, tren jangka panjangnya (dalam 12 bulan ke depan) masih tetap naik. Apalagi, kata dia, pemilihan saham-saham infrastruktur memang biasanya berorientasi jangka panjang. “Ini berlaku juga untuk saham PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Nusantara Infrastructure (META)
Bagi yang sudah punya, dia menyarankan hold saham CMNP dengan target dua belas bulan. Dia memberikan kisaran Rp1.780 dan resistance Rp1.970. Menurutnya, jika menguat dan menembus Rp1.880, kenaikan berikutnya adalah Rp1.970. “Bagi yang belum punya, untuk jangka panjang bisa beli CMNP di Rp1.780,
Sementara itu, dari sisi Price to Earnings Ratio (PER), rata-rata industri jalan tol yakni JSMR, CMNP, dan META di level 46,85 kali. Yang paling mahal adalah META di level 104,17 kali berdasarkan laporan keuangan 2012. “Sedangkan CMNP paling murah di antara saham-saham jalon tol di level 10,04 kali. JSMR di level 26,34 kali,f
Dia menegaskan, dari sisi PER, CMNP sangat menarik karena lebih murah dibandingkan emiten jalan tol lainnya. “Dilihat dari Debt to Equity Ratio (DER)-nya, CMNP masih sangat aman di level 0,45 kali. Jadi, cukup baik untuk menopang kinerjanya. Sebab, utang lebih rendah dibandingkan ekuitasnya,” .
Secara terpisah, pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengungkapkan hal senada. Dia melihat positif saham CMNP seiring rencana rights issue yang hasil dananya akan digunakan untuk mengakuisi Bank Mutiara. “Karena itu, pada intinya secara fundamental, saham CMNP cukup bagus,.
Hanya saja, Willy menggarisbawahi, pergerakan saham ini memang kurang aktif dan sewaktu-waktu bahkan diam karena volume transaksinya memang tidak terlalu besar. Kecuali, jika ada isu atau aksi korporasi tertentu, baru saham ini ditransaksikan dalam jumlah besar. “Saya rekomendasikan long term buy. Sebab, CMNP masuk saham infrastruktur yang prospeknya cukup positif untuk 2013,

Selasa, 23 April 2013

Inilah Top Foreign Buy Selasa

Headline


Saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) menjadi top foreign buy mencapai 353,1 juta saham seniai Rp42,2 miliar.

Demikian mengutip data BEI, Selasa (23/4/2013). Selanjutnya saham TLKM mencapai 21,5 juta saham dari volume perdagangan 25,7 juta saham. Untuk saham KLBF mencapai 18,2 juta saham dari volume 73,1 juta saham. Saham BSDE mencapai 18,2 juta saham dari volume perdagangan 43,1 juta saham.

Sementara saham APLN mencapai 12,3 juta saham dari volume perdagangan 49,9 juta saham. Untuk saham DYAN mencapai 11,6 juta saham dari volume 24,1 juta saham. Saham ENRG mencapai 9,5 juta saham dari volume perdagangan 152,8 juta saham. Untuk saham BHIT mencapai 8,9 juta saham dari volume 25,4 juta saham.

Untuk saham ASII mencapai 8,4 juta saham dari volume perdagangan 19,02 juta saham. Saham BJTM mencapai 5,9 juta saham dari volume 44,6 juta saham.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons