Rabu, 27 Maret 2013

Petrosea Raih Pendapatan hingga US$385,4 Juta

Headline

Tahun 2012, PT Petrosea meraih pendapatan hingga US$385,4 juta dari US$263,7 juta pada tahun 2011.

Untuk laba kotor juga naik menjadi US$112,7 juta dari US$76,3 juta. Hal ini setelah beban langsung perseroan sebesar US$272,7 juta dari US$187,4 juta. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (27/3/2013).

Untuk laba sebelum pajak dari emiten bidang jasa konstruksi pertambangan ini mencapai US$63,5 juta dari tahun 2011 sebesar US$66,2 juta. Dengan demikian laba bersih perseroan turun menjadi US$49,1 juta dari Rp52,6 juta.

Per 31 Desember 2012, aset perseroan mencapai 529,7 juta dari US$377,2 juta per 31 Desember 2011. Aset tersebut naik US$152,4 juta atau 40,4 persen. Sedangkan total liabilitas perseroan menjadi US$342,4 juta atau naik 57,04% senilai US#124,3 juta dari periode sebelumnya US$218,06 juta.

Tahun Ini Garuda akan Tambah Lagi 139 Pesawat

Headline

 Rencananya tahun ini PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menambah 139 armada baru.

Menurut Direktur Utama GIAA, Emirsyah Satar, itu seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Kita masih lihat akan tetap tumbuh pada 2013, di akhir tahun ada 139 pesawat baru," ujarnya pada pemaparan kinerja GIAA tahun 2012 di Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Emir mengaku, pesawat Garuda umur pesawatnya termasuk salah satu yang termuda di dunia. "Armada terendah umurnya di dunia. Dampaknya pesawat rata-rata akan menjadi berumur 4,2 tahun," katanya.

Pada saat ini kompetitor GIAA, salah satunya Lion Air Indonesia telah membeli 234 pesawat. Menanggapi itu GIAA akan melihat rencana bisnis perseroan terlebih dahulu. "Kalau dilihat order banyak, kita sedang melihat plan kita akan sampai 2015," jelas Emirsyah.

Sesungguhnya, GIAA telah mempunyai perencanaan membeli tambahan pesawat hingga 30 tahun ke depan. "Tergantung kita mesan untuk 30 tahun. Tapi terlalu dini kasih ditailnya," elak Emirsyah

Saham Unilever Masih Ada Peluang


Headline


Saham Unilever (UNVR) pada perdagangan Rabu (27/3/2013) menguat Rp300 (1,34%). Kenaikan diprediksi akan berlangsung hingga Rp23.800 dalam jangka pendek.
Taksiran itu mencuat setelah PT Unilever Indonesia mencatatkan kenaikan kinerja yang signifikan pada 2012. Penjualan emiten barang konsumsi itu naik 16,33% menjadi Rp27,3 triliun. Sehingga laba bersihnya tercatat Rp4,63 triliun. Atau laba bersih per saham naik dari Rp546 ke Rp 634.
Unilever optimistis kinerjanya akan meningkat meski ada kenaikan beban royalti dari Unilever NV di Belanda. Caranya adalah dengan melakukan efisensi pembiayaan mulai dari pembelian lahan, proses produksi dan distribusi.
Itulah yang membuat UNVR masih mendapatkan rekomendasi beli dari para analis dengan target Rp23.800 per saham. Tapi saham ini harus segera dilepas jika menurun ke Rp22.050. 

Selasa, 26 Maret 2013

Sebelas Saham untuk Dijual Kamis (28/3/2013)


Headline

Sebelas saham mendapat rekomendasi untuk diakumulasi Rabu (27/3/2013) dengan target jual Kamis (28/3/2013) yang merupakan hari terakhir perdagangan Maret. Apa saja?
Pada perdagangan Selasa (26/3/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 42,86 poin (0,89%) ke 4.842,519. Intraday tertinggi 4.861,76 dan terendah 4.798,996. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, setiap tahun tutup buku pajak yakni akhir Maret, indeks mengalami kenaikan. Karena itu, hingga Kamis indeks akan terus menguat. “Untuk Rabu (27/3/2013), IHSG memiliki support 4.795 dan resistance 4.898,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (26/3/2013).
Hingga Kamis (28/3/2013), lanjut dia, terbuka lebar indeks bertenger di 4.925. IHSG juga masih terbuka lebar untuk menguat ke 5.000 setelah memasuki bulan April 2013. “Ini karena tahun tutup buku pajak tinggal dua hari kerja,” ujarnya.
Biasanya, kata Willy, ada target penutupan harga tertentu pada saham-saham tertentu. Selain itu,semua emiten harus melampirkan laporan keuangannya untuk full year 2012. “Karena itu, yang belum merilis kinerja keuangannya, mau tidak mau mereka terpaksa merilis kinerja labanya,” timpal dia.
Semua itu, kata dia, menjadi tenaga bagi penguatan IHSG karena pelaku pasar bisa membuka semua laporan emiten untuk tahun 2012 sebagai perusahaan terbuka. “Semua akan terbuka dengan transparan,” ucapnya.
Emiten, kata dia, tidak bisa menunda-nunda lagi. “Jika menunda hingga akhir Maret, akan bermasalah bagi emiten. Jadi, dalam dua hari terakhir ini, emiten ngebut untuk menyelesaikan laporan keuangannya. Ini jadi katalis penguatan IHSG,” ungkap Willy.
Sementara itu, sentimen dari Siprus seharusnya bukan lagi masalah bagi IHSG. Sebab, Siprus hanya merupakan satu negara kecil di Zona Euro dan sudah terdiskon di pasar. “Jadi, IHSG saat ini tidak ada guncangan dari sisi sentimen Eropa,” kata dia tandas.
Lalu, IHSG juga masih mendapat sentimen positif dari crossing (transaksi tutup sendiri) saham PT Matahari Departement Store (LPPF) dan beberapa aksi korporasi dari beberapa emiten. “Ini juga menandakan bahwa investor asing masih percaya penuh dengan bursa saham Indonesia sehingga terjadi transaksi yang sangat besar mencapai Rp20 triliun dalam sehari,” tuturnya.
Sedangkan inflasi, Willy mengakui, memang pada Maret ini masih berpeluang tinggi. Tapi, sentimen inflasi seharusnya sudah di-adjust ke harga pasar saat ini. “Ini sudah diperhitungkan oleh pasar saat inflasi Februari mencapai level tertinggi dalam satu dekade,” ucapnya.
Sektor-sektor yang terpengaruh inflasi pun sudah diperhitungkan. “Jadi, kalaupun inflasi Maret tinggi terutama akibat kenaikan harga bawang, tidak akan menggerogoti gerak IHSG secara signfikan karena sudah di-adjust ke pasar,” tegas dia.
Di atas semua itu, untuk saham-saham pilihan, dia melihat saham-saham sektor properti yang menurutnya masih cukup menarik. PT Bukit Sentul (BKSL) dengan target akhir Maret Rp325-330; PT Alam Sutera Realty (ASRI) dengan target Rp1.150; dan PT Intiland Development (DILD) dan target harga Rp630.
Di sektor pertambangan batu bara, PT Adaro Energy (ADRO) cukup menarik dengan target Rp1.320; PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) dengan target Rp14.850; PT Berau Coal Energy (BRAU) dengan Rp270; dan PT Bumi Resources Minerals (BRMS) dengan target Rp375.
Untuk perbankan, PT Bank Mandiri (BMRI) dengan target Rp10.000; PT Bank Central Asia (BBCA) dengan target Rp11.000; PT Bank Danamon (BDMN) yang tertinggal dengan target Rp6.500; dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target Rp8.950 per saham hingga akhir Maret.
“Saya rekomendasikan buy on weakness. Jadi akumulasi saham-saham tersebut Rabu ini untuk jual di hari Kamis (28/3/2013) yang merupakan akhir perdagangan untuk Maret dan bertepatan dengan tahun tutup buku pajak

Data Ekonomi Topang Bursa AS Naik Tajam

Headline

Bursa saham AS pada Rabu (27/3/2013) dini hari berakhir mendekati level tertinggi. Indeks Dow mencatat rekor tertinggi baru.

Saham menguat lebih tinggi dengan beberapa data ekonomi yang menunjukkan perbaikan ekonomi. Investor sementara mengabaikan kekhawatiran terhadap krisis Eropa.

Indeks Dow naik 0,7% ke 14.559,65, indeks S&P naik 0,7% ke 1.563,77 dan indeks Nasdaq naik 0,5% ke 3.252,48. Penguatan indeks mendapat dukungan dari saha Intel dan HP yang memimpin kelompok saham unggulan mendekati rekor tertinggi.

"Dari persepektif mendasar, sekarang data ekonomi lebih baik dari perkiraan mendorong kepercayaan investor terhadap prospek pendapatan. Meskipun kinerja kuartal pertama lamban dan ada kekhawatiran terhadap anggaran AS," kata Alec Young dari S&P Capital IQ seperti mengutip cnbc.com.

Dari data ekonomi, S&P/Case Shiller merilis indeks harga rumah di 20 kota melonjak 8,1 persen dibandingkan tahun lalu sebagai kenaikan terbesar sejak 2006. Namun penjualan rumah baru turun 4,6 persen pada bulan Februari ke tingkat 411 ribu unit.

Untuk indeks kepercayaan konsumen turun di bulan Maret. Orang AS pesimistis tentang prospek ekonomi dalam jangka pendek. Namun pesanan barang tahan lama naik di bulan Februari. Sebab terjadi kenaikan permintaan untuk peralatan transportasi.

Sedangkan untuk lelang Treasury senilai US$35 miliar dengan periode dua tahun berada pada imbal hasil 0,255 persen. Untuk rasio bid to cover dengan indikator permintaan 3,27.

Sementara di Eropa lembaga pemeringkat Fitch menempatkan Siprus dalam Outlook Negatif. Alasannya sistem perbankan negara tersebut dapat merusak perekonomian domestik. Perbankan Siprus masih tutup hingga hari Kamis pekan ini. Saat aktif lagi, pemerintah akan mengetatkan permodalan bank untuk mencegah pelarian deposito. Sebab deposan besar di bank Siprus berpotensi terpangkas 40 persen.

Tiga Emiten Properti Cetak Laba pada 2012

Emiten sektor properti mencatatkan kinerja baik sepanjang 2012. Hal ini dilihat dari tiga emiten properti yang merilis kinerja 2012 pada Rabu (27/3/2013).

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan laba komprehensi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik signifikan sekitar 368,23% dari Rp474,10 miliar pada 2011 menjadi Rp2,21 triliun pada 2012. Pendapatan perseroan naik 47,03% dari Rp4,18 triliun pada 2011 menjadi Rp6,16 triliun pada 2012. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi 46,48 pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp31,56.

Lalu, PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan sekitar 108,82% dari Rp205,19 miliar pada 2011 menjadi Rp428,50 miliar pada 2012. Pendapan usaha perseroan naik 176,59% pada 2012 menjadi Rp713,85 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp258,09 miliar. Laba per saham dasar perseroan naik menjadi 54,93 pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya 48,91.

Sementara itu, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan laba bersih tahun berjalan naik 39,70% menjadi Rp811,72 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp581,04 miliar. Penjualan dan pendapatan usaha perseroan naik 22,62% menjadi Rp4,68 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,82 triliun. Laba per saham dilusi naik menjadi 39,56 pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya 28,34.

"Kami meningkatkan penjualan dan pendapatan perusahaan lebih dari 22% dengan menjaga kenaikan beban pokok penjualan di bawah 8%. Dengan demikian, marjin laba kotor kami meningkat menjadi 44,5% pada 2012 dibandingkan 36,8% pada 2011. Pencapaian ini di luar perkiraan kami, dan kinerja baik ini akan berlanjut pada 2013," kata Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk, Trihatma Haliman, seperti dikutip dalam siaran pers, 

Senin, 25 Maret 2013

IHSG Masih Bertenaga, Mainkan 12 Saham!


Headline

Laju IHSG Selasa (26/3/2013) diprediksi masih bertenaga untuk melanjutkan penguatan dalam kisaran support 4.743-4.761 dan resistance 4.796-4.810. Mainkan 12 saham! Apa saja?
Pada perdagangan Senin (25/3/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 54,74 poin (1,16%) ke 4.777,901. Intraday tertinggi mencapai 4.786,405 dan terendah 4.752,142. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45  yang menguat 11,17 poin (1,4%) ke 810,031.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan net sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestic mencatatkan net buy.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, beredarnya spekulasi, akan tercapainya kesepakatan antara Troika dengan Siprus menghijaukan bursa saham Asia yang berimbas positif bagi IHSG. “Selain itu, setelah tertutupnya gap 4.721-4.735, IHSG mencoba kembali menguat secara bertahap,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (25/3/2013).
Menurut dia, meski asing masih melepas saham secara perlahan, dapat diimbangi dengan aksi beli oleh pelaku pasar domestik terhadap saham-saham yang mengalami pelemahan sehari sebelumnya. “Apalagi nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) terbantukan dengan adanya crossing saham PT Matahari Departement Store (LPPF) di harga Rp10.850 senilai Rp14,66 triliun yang dilakukan terbanyak oleh broker AK dan YU,” ujarnya.
Hijaunya IHSG juga kata dia, turut menyukseskan listing perdana PT Dyandra Media International (DYAN).
Apalagi, bursa saham Asia berbalik positif setelah mendapat kabar dari akan tercapainya kesepakatan bailout Siprus tersebut. “Meski China Petroleum & Chemical Corp dan China Construction Bank Corp mencatatkan kenaikan profit di atas estimasi dan membuat HSI naik, indeks saham China negatif setelah mayoritas saham telekomunikasi mencatatkan penurunan,” timpal dia.
Di atas semua itu, Reza memperkirakan, pada perdagangan Selasa (26/3/2013) IHSG berada pada support 4.743-4.761 dan resistance 4.796-4.810. “Indeks berpola menyerupai bullish harami di bawah middle bollinger bands (MBB),” ujarnya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung coba bertahan untuk tidak melemah dengan histogram negatif yang memendek. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic mencoba untuk kembali upreversal.
Menurut dia, meski IHSG belum mencapai target resistance 4.814-4.827, dengan laju yang cukup positif setidaknya tidak membuka peluang untuk melemah terlalu dalam. “Apalagi jika masalah Eropa bisa cepat terselesaikan secara bertahap yang diikuti dengan sentimen positif di pasar saham Asia. Itu akan dapat memberikan tambahan tenaga bagi IHSG,” papar dia.
Reza menyodorkan dua belas saham untuk jadi pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT Astra International (ASII), trading buy dengan support Rp7.550-7.650, resistance Rp7.900-7.950 dan target harga Rp7.900. “Long legged doji dekati MBB,” tuturnya.
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), trading buy dengan support Rp8.450-8.550, resistance Rp8.700-8.800 dan target harga Rp8.750. “Bullish harami. RSI upreversal,” ucap dia.
PT Indofood CPB Sukses Makmur (ICBP) trading buy dengan support Rp8.500-8.600 resistance Rp9.100-9.250 dan target harga Rp9.150. “Bright cloud. Stochastic strong upreversal,” ungkap Reza.
PT Kalbe Farma (KLBF), trading buy dengan support Rp1.200-1.230, resistance Rp1.270-1.290, dan target harga Rp1.280. “Bullish harami. Stochastic upreversal,” tandas dia.
Saham-saham lainnya, PT Ciputra Surya (CTRS) dalam kisaran Rp2.825-3.025, trading buy selama di atas Rp2.525; PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) dalam kisaran Rp930-1.010, trading buy selama di atas Rp960; PT Bank Pan Indonesia (PNBN) dalam kisaran Rp760-860, trading sell jika Rp780 gagal bertahan;
PT Ace Hardware Indonesia (ACES) dalam kisaran Rp770-840, trading buy selama di atas Rp800; PT Garuda Indonesia (GIAA) dalam kisaran Rp600-650, trading sell jika Rp630 gagal bertahan; PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dalam kisaran Rp4.700-4.850, trading buy selama di atas Rp4.700; PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp1.600-1.700, trading buy selama di atas Rp1.650; dan PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp6.100-6.850, trading buy selama di atas Rp6.500.

OJK: Penerapam GCG Lindungi Investor Minoritas

Headline

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan emiten dapat menekankan aspek keterbukaan informasi, peranan direksi dan melindungi kepentingan investor minoritas dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Ketua OJK, Muliaman Hadad melihat penerapan GCG telah dijalankan dengan baik oleh emiten di Indonesia. Meski demikian, penerapan GCG masih perlu perbaikan. "Indikator ada beberapa tetapi saya yakin dengan kualitas keterbukaan yang semakin terbuka juga keingintahuan masyarakat besar. Mudah-mudahan akan menyentuh semua aspek tidak hanya perbankan tetapi juga pasar modal," ujar Muliaman dalam acara TOP 30 emiten dalam skor CG Tertinggi, Senin (25/3/2013).

Menurut Muliaman, investor juga akan melihat sejauh mana penerapan GCG. Penerapan GCG yang baik mendorong investor untuk masuk ke Indonesia. Jadi penilaian GCG bukan hanya formalitas tetapi substansi agar lebih bermakna dalam penerapannya. "Kalau tidak ingin ketinggalan dengan pasar modal di Indonesia maka harus didukung oleh CGC nantinya akan terpengaruh ke IHSG maka harus terapkan iklim yang lebih kondusif dalam lini keuangan nasional," tutur Muliaman.

Sementara itu, score penerapan GCG dinilai masih tidak terlalu tinggi. Anggota pembina IICD Sidharta Gautama menuturkan, selama ini penerapan GCG bersifat voluntary. Dia mengharapkan kepemilikan saham secara langsung dan tidak langsung dapat diatur oleh OJK. "Memang masih belum ada yang diwajibkan dan diatur," kata Sidharta.

Untuk 30 emiten yang mencatatkan skor tertinggi dalam corporate governance versi Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) adalah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Pembangunan Jawa Barat Banten Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank International Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Selain itu, PT ABM Investama Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Tambang Raya Megah Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Medco Energi International Tbk, PT Semen Gredik Tbk, dan PT XL Axiata Tbk.

Ada juga PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Indosat Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Wijaya Karya Tbk.

Inilah Strategi untuk Saham-saham CPO


Headline

Secara fundamental, saham-saham CPO masih tak berkutik seiring penurunan harga CPO. Kondisi teknikal pun kurang mendukung. Inilah strategi trading-nya.
Pada perdagangan Senin (25/3/2013) saham PT Astra Agro Lestari (AALI) menguat Rp450 (2,49%) ke Rp18.500; PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) naik Rp20 (2%) ke Rp1.020; PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) stagnan di Rp95;
PT London Sumatera Plantation (LSIP) melemah Rp10 (0,54%) ke Rp1.810; PT Sampoerna Agro (SGRO) stagnan di Rp2.175; dan PT BW Plantation (BWPT) turun Rp10 (0,76%) ke Rp1.290 per saham.
Yusuf Nugraha, analis riset Trust Securities mengatakan, dari sisi kinerja emiten, saham-saham perkebunan masih prospektif untuk jangka panjang. Terutama, untuk AALI dan SIMP. “Laporan keuangannya cukup positif dan stabil. Kapasitas produksi Crude Palm Oil (CPO)-nya juga meningkat dibandingkan sebelumnya,” katanya kepada INILAH.COM. “Dilihat dari sisi laju harga sahamnya tidak turun tajam.”
Hanya saja, dia menggarisbawahi, dari sisi fundamental, sektor ini terganjal oleh penurunan harga CPO itu sendiri yang sekarang bertenger di level RM2.395 per metrik ton. “Penurunan harga CPO sebagai akibat dari kondisi perekonomian global yang belum membaik,” ujarnya.
Permintaan ekspor untuk CPO juga, kata dia, belum begitu banyak di pasar global. “Karena itu, kalau melihat prospek bisnis CPO masih belum membaik terutama dengan masih berlangsungnya krisis utang di Eropa,” tuturnya.
Sekarang, kata Yusuf, harapan permintaan CPO datang dari dalam negeri yang memang masih besar. Strategi emiten sektor ini pun seharusnya memperbanyak penjualan untuk konsumsi dalam negeri daripada untuk ekspor. “Tujuannya hanya satu, meningkatkan profit,” timpal dia.
Yusuf percaya, permintaan CPO dalam negeri bisa mengimbangi penurunan dari permintaan pasar global. “Memang, masih banyak harga saham CPO yang stagnan karena secara fundamental butuh penambahan lahan untuk meningkatkan produksinya agar bisa mengkonpensasi penurunan harga,” tandas dia.
Dengan demikian, seiring besarnya permintaan dalam negeri, untuk jangka pendek-menengah pun, saham-saham perkebunan memang masih prospektif. “Hanya saja, saat ini secara teknikal sedang berada dalam tren penurunan karena memang harga sahamnya pun sudah tinggi,” ungkap Yusuf.
Untuk itu, Yusuf menyarankan, untuk jangka pendek, saham-saham perkebunan secara umum lebih baik dijual. Untuk jangka panjang, masih bisa dibeli dengan porsi alokasi yang tidak terlalu banyak. “Ini untuk mengantisipasi terjadinya aksi ambil untung nantinya pada saham-saham sektor komoditas, bukan hanya CPO tapi juga profit taking pada saham-saham pertambangan,” paparnya.
Secara fundamental, Yusuf menjagokan saham AALI dengan Price to Earnings Ratio (PER) 11,8 kali dan Debt to Equity Ratio (DER) 0,33 kali. Tapi, secara teknikal saham ini berpeluang sideways dalam sepekan ke depan. Support AALI Rp18.150 dan resistance Rp18.650. “AALI bisa beli di Rp18.200 dengan target resistance sepekan ke depan. Sebeb, fluktuasinya dalam kisaran tersebut,” timpal dia.
Dia juga menyukai prospek saham SIMP. Secara PER, di level 10,5 kali, SIMP lebih murah dibandingkan AALI. Secara DER masih aman di level 0,65 kali. “Secara teknikal, bentuk pola masih doji yang menunjukkan adanya kecenderungan menurun. Tapi, karena doji hijau, ada potensi pembalikan arah menguat dalam sepekan ke depan,” ucapnya.
Secara teknikal, SIMP memiliki support Rp1.000 dan resistance Rp1.100 dalam sepekan ke depan. “Hanya saja, dalam sepekan ke depan, SIMP masih akan mendatar cenderung menguat jika melihat pola teknikal. Saya rekomendasikan beli di Rp1.050 dengan target jual di Rp1.100,” papar Yusuf.
LSIP secara teknikal juga masih cenderung melemah setelah menembus support Rp1.880 dan resistance Rp1.980. “Saya rekomendasikan jual untuk LSIP. Dalam sepekan ke depan pun, secara teknikal cenderung melemah karena indikatornya yang mendukung penurunan,” tegas Yusuf.
Meski masih satu grup, Yusuf cenderung memilih SIMP dibandingkan LSIP. Secara fundamental, LSIP belum memiliki sentimen positif dari sisi kinerja keuangannya. “Pasar masih harus menunggu apakah kinerja ke depannya lebih baik daripada sebelumnya,” timpal dia.
Meskipun, PER LSIP 11,12 kali lebih rendah dibandingkan AALI. Tapi PER tersebut lebih tinggi dibandingkan SIMP. Sementara itu, DER LSIP 0,19 kali. “Jika melihat laporan keuangan full year 2012, LSIP mengalami penurunan penjualan. Pada 2011, emiten mencatatkan penjualan Rp2,3 triliun dan 2012 di Rp2,2 triliun,” ujarnya.
Sementara itu, saham UNSP baru menjual aset lahan untuk menutupi utang jatuh tempo. Karena itu, bagi pemodal agak sulit memegang saham ini. DER UNSP sudah terbilang tinggi di posisi 1,1 kali lebih tinggi dari DER AALI. “PER-nya juga sangat tinggi 497,91 kali karena memang labanya minim,” timpal dia.
Yang dikhawatirkan, kata dia, UNSP punya risiko gagal bayar. Otomatis, UNSP punya strategi untuk menjual asetnya. “Ini kurang bagus bagi pemegang saham. Saya rekomendasikan, hindari dulu untuk saham UNSP,” kata dia menyarankan.
Apalagi, lanjut dia, secara teknikal UNSP juga punya risiko penurunan setelah pada Februari mengalami kenaikan. “Jadi ada risiko turun ke support Rp95 dengan resistance Rp100. Jadi, UNSP punya concern di masalah utangnya,” tandas dia.
SGRO secara teknikal masih cenderung melemah dengan support Rp2.100 dan resistance Rp2.210. Secara fundamental, PER SGRO jauh lebih mahal dari AALI, di level 18,22 kali tapi porsi utang masih kecil dengan DER 0,45 kali.
Laba bersih SGRO juga turun dari Rp462 miliar pada 2011 menjadi Rp226 miliar pada 2012. Begitu juga dengan pendapatan SGRO yang turun dari Rp2,5 triliun pada 2011 menjadi Rp2,1 trilun pada 2012. “Saya rekomendasikan trading sell untuk SGRO,” tuturnya.
Lalu, saham BWPT yang secara teknikal juga punya kecenderungan turun dengan support di Rp1.290 dan resistance Rp1.350. Secara fundamental, PER-nya cukup mahal di level 18,87 kali dan rasio utang yang lebih tinggi dari UNSP, di 1,79 kali. “Ini berisiko bagi pemegang saham karena ada risiko gagal bayar,” tuturnya.
Dia menegaskan, default risk pada BWPT bisa memicu kekhawatiran pasar sehingga ada potensi pendapatan tergerus untuk membayar utang. “Apalagi, pendapatan BWPT memang meningkat tapi laba bersihnya justru mengalami penurunan,” ucapnya.
Pendapatan BWPT pada 2011 sebesar Rp660 miliar sedangkan 2012 sebesar Rp764 miliar. Tapi, laba bersihnya turun dari Rp235 miliar menjadi Rp222 miliar di 2012. “Sudah labanya turun, utangnya besar. Saya rekomendasikan trading sell untuk BWPT. Untuk jangka panjang, juga potensial turun jika melihat tren pergerakan harganya dari Januari hingga saat ini,

Dua Saham Lapis Dua Disukai


Headline

Laju IHSG dalam 1-2 pekan ke depan dinilai masih punya potensi bearish-bullish sekaligus. Hindari saham-saham yang sudah naik kencang. Dua saham lapis dua disukai. Apa saja?
Pada perdagangan Senin (25/3/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 54,74 poin (1,16%) ke 4.777,901. Intraday tertinggi mencapai 4.786,405 dan terendah 4.752,142. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45  yang menguat 11,17 poin (1,4%) ke 810,031.
Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, pekan lalu, pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen negatif dari perkembagan proses bailout Siprus. Awal pekan ini, penguatan indeks juga karena faktor dicapainya kesepakatan bailout Siprus. “Jadi, indeks lebih terpengaruh oleh faktor eksternal dibandingkan faktor domestic,” katanya kepada INILAH.COM.
Dia menegaskan, dari sisi sentimen, masih semata faktor eksternal yakni Siprus. “Saya tidak melihat sentimen negatif dari dalam negeri. Saya belum melihat yang signifikan. Inflasi Maret juga belum jadi perhatian pasar meski Februari, inflasi mencapai level tertinggi dalam satu dekade,” ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, secara teknikal, koreksi IHSG akhir pekan lalu, membuat indeks punya dua kemungkinan untuk arah berikutnya yaitu skenario bullish dan bearish. “Skenario bullish, indeks memiliki gap di 4.721,” ujarnya.
Menurut dia, jika indeks hanya menutup gap, ada kemungkinan koreksi IHSG pekan lalu hanya koreksi sementara dan setelah itu ada peluang kembali rebound. “Ini bullish scenario. IHSG pada Jumat (22/3/2013) sudah menutup gap 4.721 yang memungkinkan IHSG akan rebound dan kembali naik lagi. Artinya, uptrend indeks masih terjaga,” ungkap dia.
Sedangkan skenario kedua adalah bearish. Pola indeks bisa membuat Head & Shoulder. Artinya, IHSG mungkin melemah dulu ke 4.700, terus bisa saja rebound dari level saat ini ke 4.820. “Tapi, meski menguat ke level tersebut, indeks masih menyimpan potensi untuk kembali melemah dan meneruskan pola Head & Shoulder-nya,” tuturnya.
Dari skenario bearish, IHSG punya risiko penurunan ke 4.600-4.550. Ini berlaku untuk 1-2 pekan ke depan. “Jadi dua skenario bullish dan bearish, dua-duanya masih mungkin, peluangnya fifty-fifty. Ini tergantung pada perkembangan berita dari eksternal seperti apa,” papar dia.
Terlepas dari dua skenario itu, hingga akhir pekan ini, support indeks berada di level psikologis 4.700 dan resistance 4.800-4.820. “Secara teknikal, posisi IHSG saat ini masih sideways, konsolidasi jangka pendek,” tuturnya.
IHSG telah mengalami rally yang sangat kencang dari 4.300-an hingga 4.900. Saat ini, kenaikan indeks sudah mulai pelan atau tidak sekencang sebelumnya. Jadi, sekarang, indeks masih konsolidasi jangka pendek.
Tapi, lanjut dia, meski melemah akhir pekan lalu, indeks belum masuk pada fase bearish. Level 4.721-4.700 menjadi level titik balik penentuan. “Jika tembus 4.700 ke bawah, IHSG memiliki kemungkinan bearish,” timpal dia.
Dalam situasi pasar saat ini, dia menyarankan pemodal kembali ke saham-saham dalam ketegori defensive stocks. “Hindari saham-saham yang sudah naik kencang terutama di sektor properti dan beberapa saham konstruksi. Intinya, menghindari saham-saham yang sudah naik kencang karena potensi pelemahannya lebih besar,” ucapnya.
Untuk saham second liner, Satriawan menyukai saham PT Erajaya Swasembada (ERAA) dan PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE). ERAA belum mengalami kenaikan signfikan dibandingkan saham-saham properti lainnya. “Saham ini juga tidak sejelek tren pergerakan saham-saham berbasis komoditas. Naiknya belum kencang, tapi secara fundamental cukup positif. Begitu juga dengan TELE,” tuturnya.
Untuk ERAA, kata dia, di level Rp3.000-2.900, pemodal bisa masuk, buy on weakness dengan target jual di Rp3.300. “Untuk TELE, bisa buy on weakness di level Rp670-660 dengan target jual di Rp750 dan Rp800 dalam sepekan ke depan,

Kamis, 21 Maret 2013

Laba Bersih Bekasi Fajar Capai Rp470 M di 2012

Headline

Tahun 2012 PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) meraih laba bersih menjadi Rp470,35 miliar dari Rp119,56 miliar pada tahun 2011.

Demikian mengutip keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Kamis (21/3/2013). Pada periode yang sama, perseroan membukukan pendapatan Rp956,11 miliar dari tahun 2011 sebesar Rp475,95 miliar.

Sementara untuk beban usaha menjadi Rp47,88 miliar dari Rp36,13 miliar di 2011. Sementara itu perseroan hingga 31 Desmber 2012 membukukan total aset Rp2,28 triliun dari Rp1,64 triliun.

Untuk jumlah kewajiban perseroan menjadi Rp516 miliar setelah turun Rp233 miliar atau 31 persen. Penurunan tersebut disebabkan berkurangnya uang muka penjualan senilai Rp181 miliar. Selain itu juga karena menurunnya utang usaha sebesar Rp52 miliar.

Inilah Stok Saham Pilihan Jumat (22/3/2013)

Headline

IHSG pada perdagangan Jumat (22/3/2013) masih berpotensi mengalami konsolidasi wajar dalam range 4.757–4.854.

Demikian mengutip hasil riset pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi, Kamis (21/3/2013). Menurut dia, dengan melihat posisi MACD yang terus menurun, IHSG berpotensi melemah menuju support di 4757.

Jika level ini tidak mampu menahan penurunan IHSG, maka target penurunan selanjutnya berada pada level Gap 4721 hingga 4666. Namun jika koreksi terjadi akan tergolong koreksi yang sehat. Kalau level 4666 tercapai, ini merupakan level menarik untuk melakukan Buy On Weakness.

Dia merekomendasikan saham INDF dan PGAS. Untuk saham INDF akan terus mengalami tekanan jual ke area support 7.250. Dengan melihat posisi MACD yang terus menurun, peluang rebound pada saham ini masih sangat terbatas.

Untuk itu, harus hati–hati jika 7.250 tidak mampu menahan penurunan INDF, saham ini berpeluang melanjutkan pelemahannya menuju 6.800 dengan minor target 7.100. Saham INDF disarankan sell on strength dan strong sell juga menyentuh level 7.250.

Sementara saham PGAS telah menutup gap di 5.400 – 5.450 yang juga merupakan resisten kuatnya. Jika PGAS mampu bertahan di atas level 5.400, saham ini berpeluang melanjutkan kenaikannya menuju target selanjutnya di 6.000 dengan minor target di 5.700. MACD yang mendatar menunjukkan saham ini berada di ujung konsolidasinya.

Namun jika sebaliknya, PGAS tidak mampu bertahan di atas 5.400, saham ini memiliki kecenderungan untuk mengalami pelemahan lagi. Saham PGAS disarankan trading buy jika mampu bertahan di atas 5.400 dengan stop loss di 5.240.

Menanti Penyelesaian Siprus, IHSG Mendatar


 Headline

Laju IHSG Jumat (22/3/2013) diprediksi sideways. Pasar menanti penyelesaian krisis di Siprus pascapenolakan skema bailout dari Zona Euro. Seperti apa?
Pada perdagangan Kamis (21/3/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 28,83 poin (0,60%) ke angka 4.802,666. Intraday tertinggi 4.855,201 dan terendah 4.786,774. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan net sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Purwoko Sartono, Research Analyst dari PT Panin Sekuritas mengatakan, gejolak di Eropa tampak membatasi gerak IHSG pada perdagangan kemarin. “Indeks tercatat mengalami koreksi 0,60%,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (21/3/2013).
Menurut Purwoko, investor masih wait and see atas penyelesaian krisis di Siprus pascapenolakan pajak deposito oleh parlemen Siprus. “Kekhawatiran itu menutup sentimen positif dari data manufaktur China yang menunjukkan berlanjutnya proses pemulihan di negera tersebut,” ujarnya.
Hasil survei menunjukkan indeks manufaktur China meningkat menjadi 51,7 dibandingkan sebelumnya 50,4 dan konsensus 50,8. “Jumat (22/3/2013) kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi atau sideways pada kisaran support 4.770 dan resistance 4.820

Selasa, 19 Maret 2013

IHSG Serba Mungkin, Mainkan 11 Saham!

Headline

Laju IHSG Rabu (20/3/2013) diprediski masih bisa bertahan di zona hijau. Tapi, pemodal disarankan mewaspadai segala kemungkinan. Mainkan sebelas saham! Apa saja?
Pada perdagangan Selasa (19/3/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 19,80 poin (0,41%) ke 4.822,627. Intraday tertinggi mencapai 4.840,661 dan terendah 4.812,874. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, tampaknya sengatan kabar Cyprus tidak membuat bursa saham Asia, termasuk IHSG, berkubang pada zona merah dalam waktu yang lama seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. “Terlihat dari mulai rebound-nya bursa saham Asia setelah pelaku pasar banyak berharap positif terhadap pertemuan parlemen Cyprus untuk membahas pengenaan pajak bagi deposan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (19/3/2013).
Pelaku pasar sebelumnya banyak dilanda kepanikan bahwa pengenaan retribusi kepada para deposan adalah benar-benar diberlakukan. “Padahal, kebijakan tersebut barulah rencana dan belum diberlakukan,”
Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar juga menantikan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed untuk membahas masalah stimulus. “Meski asing tercatat net sell, karena mayoritas bursa saham Asia menghijau, IHSG pun kembali positif meskipun sepanjang intraday perdagangan cenderung flat,
Sementara itu, bursa saham Asia kembali menghijau setelah banyak pengamat memberikan penilaian tidak perlunya terlalu khawatir tentang potensi penularan politik dari pengenaan pajak deposito di Cyprus. “Apalagi akan ada pertemuan tingkat parlemen Cyprus yang akan membahas masalah ini dimana kemungkinannya akan ada penolakan pengenaan retribusi pada deposan perbankan dan langkah lain untuk mengatasi kondisi tersebut,” 
Sentimen positif juga datang seiring dengan pergantian Gubernur Bank of Japan (BoJ) yang baru, Haruhiko Kuroda, dari Masaaki Shirakawa serta tetapnya leading index China meski. “Selain itu, terjadi kenaikan nilai Foreign Direct Investment (FDI) sebesar 6,3% di Februari menjadi US$8,21 miliar,”
Di atas semua itu, Reza memperkirakan, pada perdagangan Rabu (20/3/2013) IHSG berada pada support 4.800-4.822 dan resistance 4.836-4.847. “Indeks berpola menyerupai shooting star di atas middle bollinger bands (MBB),”
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) datar dengan histogram positif yang sideways. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic mencoba bertahan untuk tidak melemah lebih dalam. “Ternyata IHSG ditutup pada kisaran target resisten kami (4.815-4.826) meskipun sempat dilampauinya,” 
Menurut dia, peluang pelemahan yang sebelumnya dikhawatirkan akan terjadi tidak didekati oleh IHSG. Karena itu, diharapkan IHSG bisa tetap mempertahankan posisinya di zona hijau. “Namun demikian, kita perlu juga untuk tetap mewaspadai dan mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi,” 
Reza menyodorkan sebelas saham untuk pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT Waskita Karya (WSKT), trading buy dengan support Rp580-610, resistance Rp660-680, dan target harga Rp670. “Bright cloud bertahan di atas MBB,”
PT Malindo Feedmill (MAIN) trading buy dengan support Rp3.250-3.300, resistance Rp3.400-3.425 dan target harga Rp3.400. “Stochastic mencoba upreversal,
PT Holcim Indonesia (SMCB), trading buy dengan support Rp3.575-3.625, resistance Rp3.825-3.875 dan target harga Rp3.850. “White marubozu bertahan di atas MBB,”.
PT Ciputra Surya (CTRS), trading buy dengan support Rp920-940, resistance Rp980-990 dan target harga Rp980. “Konsolidasi bertahan di atas MBB. RSI upreversal,
trading buy selama di atas Rp9.950; PT Wijaya Karya (WIKA) dalam kisaran Rp1.750-1.880, trading buy selama di atas Rp1.800; PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp1.430-1.510, trading sell jika Rp1.450 gagal bertahan;
PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp4.650-4.900, trading buy selama di atas Rp4.750; PT Modern Land Realty (MDLN) dalam kisaran Rp870-920, trading buy selama di atas Rp890; PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp10.400-10.750, trading sell jika Rp10.500 gagal bertahan; dan PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp1.130-1.220, trading buy selama di atas Rp1.170.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons